TRIBUNWOW.COM - Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan status berbeda dibanding edisi sebelumnya, 2022.
Jika di edisi sebelumnya Qatar tampil sebagai tuan rumah, kini mereka lolos sebagai wakil Asia melalui jalur kualifikasi.
Pengalaman pahit di edisi 2022 menjadi latar penting untuk menilai sejauh mana mereka berkembang dalam empat tahun terakhir.
Dengan skuad yang semakin berpengalaman dan struktur kompetisi domestik yang terus dibenahi, ekspektasi terhadap performa Qatar di fase grup pun ikut meningkat.
Setiap pertandingan di Piala Dunia 2026 menjadi ujian apakah Qatar mampu memperbaiki catatan buruk di turnamen sebelumnya.
Untuk melihat perubahan itu lebih jelas, perlu terlebih dahulu melihat kilas balik perjalanan mereka di fase grup Piala Dunia 2022 sebagai titik awal.
Baca juga: Pengalaman Pahit di 1986 & 2022 Jadi Pelajaran, Timnas Kanada Kejar Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Berikut ulasannya:
Qatar untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia sebagai tuan rumah pada edisi 2022 dan langsung menghuni Grup A bersama Ekuador, Senegal, dan Belanda.
Pada laga pembuka, Qatar kalah 0–2 dari Ekuador dan menjadi tuan rumah pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tumbang pada pertandingan perdana.
Laga kedua berakhir dengan kekalahan 1–3 dari Senegal, meski Qatar sempat mencetak gol Piala Dunia pertama mereka lewat sepakan Mohammed Muntari.
Di partai terakhir, Qatar kembali takluk 0–2 dari Belanda yang saat itu berstatus unggulan grup.
Hasil tersebut membuat Qatar menutup fase grup tanpa satu poin pun, hanya mencetak satu gol dan kebobolan tujuh gol.
Mereka juga menjadi tuan rumah pertama yang dipastikan tersingkir setelah dua pertandingan, sebelum matchday ketiga dimainkan.
Meski kiprahnya di lapangan tergolong mengecewakan, Piala Dunia 2022 tetap menjadi tonggak penting bagi Qatar dalam membangun infrastruktur sepak bola dan pengalaman bersaing di level tertinggi.
Qatar datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara grup ronde keempat Kualifikasi Zona Asia setelah menang 2-1 atas Uni Emirat Arab di laga penentuan.
Kemenangan itu diraih lewat gol Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel, dengan UEA hanya mampu membalas sekali di menit akhir.
Hasil tersebut mengangkat Qatar ke puncak grup dan memastikan tiket otomatis ke putaran final, sementara UEA harus lewat babak tambahan.
Secara permainan, Qatar menunjukkan karakter agresif lewat serangan sayap dan bola mati, dengan Akram Afif tetap jadi kreator utama.
Lini belakang mereka juga terbilang solid karena hanya kebobolan dua gol dalam dua laga penentuan.
Modal ini membuat Qatar datang ke Amerika Utara bukan sebagai pelengkap, melainkan wakil Asia yang stabil dan berpengalaman.
Kini, mereka membawa misi memperbaiki catatan buruk di fase grup Piala Dunia 2022 saat menjadi tuan rumah.
Baca juga: Koleksi Kemenangan Tipis Setahun Terakhir, Timnas Panama Siap Bawa Kejutan di Piala Dunia 2026
Dengan kerangka skuad yang matang dan sentuhan pelatih baru, Qatar dipandang punya potensi memberi kejutan di fase grup Piala Dunia 2026.
Pada akhirnya, perjalanan Qatar dari kegagalan menyakitkan di fase grup Piala Dunia 2022 hingga kiprah yang lebih kompetitif di edisi 2026 adalah contoh proses belajar yang tidak instan.
Mereka menunjukkan bahwa infrastruktur bagus dan status tuan rumah saja tidak cukup tanpa peningkatan kualitas permainan nyata di lapangan.
Meski jalan untuk menjadi kekuatan besar dunia masih panjang, langkah kecil berupa penampilan yang lebih solid di fase grup adalah sinyal positif.
Bagi Qatar, dua edisi Piala Dunia beruntun ini menjadi cermin perkembangan, dari titik terendah sebagai tuan rumah yang selalu kalah hingga mulai menunjukkan kemajuan.
Grup A: Belanda, Senegal, Ekuador, Qatar.
Hasil Pertandingan Tahap Grup Qatar:
Grup B: Kanada, Qatar, Swiss, UEFA Playoff A.
Jadwal Pertandingan Tahap Grup Qatar:
(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa)