SRIPOKU.COM - Tak terasa perjalanan ibadah puasa kita telah memasuki hari ke-12.
Pada fase sepuluh hari kedua Ramadan ini, umat Muslim dianjurkan untuk semakin memperkuat doa dan permohonan agar ibadah yang dijalani dihiasi dengan kesucian lahir maupun batin.
Salah satu doa yang masyhur dipanjatkan pada hari ke-12 adalah permohonan agar Allah SWT menghiasi diri kita dengan sifat afaf (menjaga kehormatan) dan sifat qana’ah (merasa cukup).
Baca juga: Bayar Zakat Online Sah atau Tidak? Ini Penjelasan MUI Hingga Baznas Soal Hukum Digitalisasi Zakat
Bacaan Doa Puasa Ramadan Hari Ke-12
Berikut adalah teks lengkap doa puasa hari ke-12 dalam bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya:
Tulisan Arab:
اللَّهُمَّ زَيِّنِّي فِيهِ بِالسِّتْرِ وَالْعَفَافِ، وَاسْتُرْنِي فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوعِ وَالْكَفَافِ، وَاحْمِلْنِي فِيهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ، وَآمِنِّي فِيهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ
Tulisan Latin:
Allâhumma zayyinnî fîhi bissatri wal 'afâf, wasturnî fîhi bilibâsil qunû'i wal kafâf, wahmilnî fîhi 'alal 'adli wal inshâf, wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu, bi'ishmatika yâ 'Ishmatal khâifîn.
Artinya:
Ya Allah, hiasi aku di dalamnya dengan pengampunan dan kesucian, tutupi aku di dalamnya dengan pakaian qana'ah dan rasa cukup, bawalah aku di dalamnya pada keadilan dan keseimbangan, karuniakan padaku di dalamnya rasa aman dari apa yang kutakutkan, dengan penjagaan-Mu, wahai penjaga orang-orang yang takut.
Makna dan Kandungan Doa Puasa Ramadan ke-12
Makna dari doa tersebut adalah permohonan agar Allah SWT memberikan hiasan berupa kesucian dan pengampunan dalam hidup kita.
Doa ini juga mengajarkan pentingnya sikap qana’ah (merasa cukup dengan apa yang dimiliki) sehingga terhindar dari sifat rakus dan tamak.
Selain itu, doa ini menekankan agar kita selalu berjalan di atas jalan keadilan dan keseimbangan, serta diberi rasa aman dari segala ketakutan dengan perlindungan Allah.
Secara lebih dalam, doa ini mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang membentuk karakter yang bersih, adil, dan tenang.
Dengan mengamalkan doa ini, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi tantangan hidup dengan hati yang lapang, jiwa yang kuat, dan keyakinan penuh bahwa Allah adalah penjaga terbaik bagi orang-orang yang takut dan berharap kepada-Nya.***