Tribungayo.com, SPORT – Kabar mengejutkan datang dari kompetisi Proliga 2026. Outside hitter asing andalan Jakarta Popsivo Polwan, Bethania de la Cruz, resmi mengumumkan pensiun setelah sukses membawa timnya lolos ke babak final four.
Momen emosional itu terjadi usai Popsivo Polwan menaklukkan Medan Falcons dengan skor telak 3-0 (25-10, 25-19, 25-15) di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jumat (27/2/2026).
Kemenangan tersebut memastikan Popsivo menjadi tim ketiga yang mengamankan tiket final four Proliga 2026, menyusul Jakarta Pertamina Enduro dan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Tampil Gacor di Laga Perpisahan
Dalam laga kontra Medan Falcons, Bethania tampil impresif dengan mencetak 18 poin dan menjadi top skor pertandingan. Performa gemilang itu ternyata menjadi penampilan terakhirnya di Proliga sekaligus sebagai pemain profesional.
Melalui akun Instagram resminya @thebigbeth, Bethania menyampaikan pesan perpisahan yang penuh haru.
“Hari ini aku memainkan pertandingan terakhirku sebagai pemain profesional di Proliga Indonesia.
Sebuah momen yang ingin aku jalani dan rasakan sepenuhnya.
Aku masuk ke lapangan dengan rasa syukur atas setiap proses,
atas setiap api yang membentukku,
atas mimpi yang suatu hari kupilih untuk dikejar… dan berhasil kuraih.
Aku sangat, sangat bersyukur.
Tarian Terakhir.”
Dengan keputusan tersebut, Bethania dipastikan tidak akan memperkuat Popsivo Polwan di babak final four Proliga 2026.
Baca juga: Proliga 2026: Sapu Bersih Livin Mandiri, Electric PLN Kunci Tiket Final Four
Jejak Manis di Indonesia
Nama Bethania bukan sosok asing bagi pecinta voli Tanah Air. Ia pertama kali tampil di Proliga pada 2019 bersama Jakarta Pertamina Energi. Saat itu, ia menjadi tandem bagi bintang Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.
Duet keduanya sukses membawa Pertamina Energi melaju hingga partai final Proliga 2019. Meski harus puas sebagai runner-up setelah kalah dramatis 3-2 dari Popsivo Polwan, Bethania tetap mencuri perhatian dan meraih penghargaan individu sebagai server terbaik musim tersebut.
Perjalanan Bethania di Indonesia berlanjut pada Proliga 2025 saat ia kembali memperkuat Popsivo Polwan dan membantu tim lolos ke final four. Namun kala itu, kerja samanya tidak berlanjut hingga babak penentuan.
Barulah di Proliga 2026, ia kembali direkrut Popsivo Polwan—yang kemudian menjadi klub terakhir dalam karier profesionalnya.
Dengan pengalaman bermain di level tertinggi, termasuk tampil di Olimpiade bersama Republik Dominika, Bethania menutup kariernya dengan cara yang elegan: membawa tim ke final four dan berpamitan dalam performa terbaik.
Kepergiannya tentu meninggalkan kesan mendalam bagi publik voli Indonesia, sekaligus menjadi akhir manis perjalanan panjang salah satu outside hitter terbaik yang pernah merumput di Proliga.