Renungan Katolik Hari Ini Senin 2 Maret 2026, Jangan Menghakimi, Mari Mengasihi
Gordy Donovan March 02, 2026 09:47 AM

Oleh: Pastor John Lewar SVD

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan Katolik hari ini Senin 2 Maret 2026.

Tema renungan Katolik hari ini "Jangan Menghakimi, Mari Mengasihi".

Renungan Katolik hari ini untuk Senin 2 Maret 2026 merupakan hari Senin pekan II Prapaskah, Santo Simplisius, Paus dan Martir, dengan warna liturgi ungu.

Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 2 Maret 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Renungan Katolik Senin 2 Maret 2026, Hendaklah Kamu Murah Hati

Bacaan Pertama Dan. 9:4b-10

Ah, Tuhan, Allah yang Mahabesar dan dahsyat, yang memegang perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu, kami telah berbuat dosa dan salah;Alkitab digital

kami telah berlaku fasik dan telah memberontak; kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu. Kami pun tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.

Ya Tuhan, Engkaulah yang benar! Patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem, dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri ke mana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad kepada Engkau.

Ya Tuhan, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.

Pada Tuhan, Allah kami, ada belas kasih dan pengampunan, walaupun telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 79:8.9.11.13
Ref. Tuhan tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita.

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang! Kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemahlah kami.

Demi kemuliaan-Mu, tolonglah kami, ya Tuhan penyelamat! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami, oleh karena nama-Mu!

Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh.

Bait Pengantar Injil: Yoh 6:64b.69b

Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Bacaan Injil Luk. 6:36-38

"Ampunilah, dan kamu akan diampuni."

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. 

Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. 

Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik 

"Jangan Menghakimi, Mari Mengasihi"

Hari ini, Yesus mengajar kita supaya berusaha hidup murah hati, seperti 
Bapa adalah murah hati. Berlaku murah hati tidak terbatas pada kerelaan 
berbagi harta milik, namun juga tercermin dalam sikap saling mengasihi, 
penuh pengertian, toleransi, menerima perbedaan dan saling 
mengampuni. Semakin kita murah hati, maka semakin banyak pula kita 
menerima kemurahan dari Allah dan sesama (bdk. Mat,5;7)  
Salah satu cara yang diajarkan oleh Yesus ialah supaya kita jangan 
mudah menghakimi sesama. Ada ilustrasi sederhana tentang 
menghakimi. “Istri saya sudah tuli,” keluh seorang suami kepada dokter 
pribadinya. "Saya harus bicara berkali-kali padanya, barulah ia mengerti." 
Lalu Sang dokter segera memberi usul "Bicaralah dengannya dari jarak 
sepuluh meter.

Jika tak ada respons, coba dari jarak lima meter, lalu dari 
jarak satu meter. Dari situ kita akan tahu tingkat ketuliannya." Si suami 
mencobanya. Dari jarak sepuluh meter, ia bertanya pada istrinya, "Kamu 
masak apa malam ini?" Tak terdengar jawaban. Ia mencoba dari jarak 
lima meter, bahkan satu meter, tetap saja tak ada respons. Akhirnya ia 
bicara di dekat telinga istrinya, "Masak apa kamu malam ini?" Si istri 
menjawab: "Sudah empat kali aku bilang: sayur asam!" Rupanya, sang 
suamilah yang tuli. Saat mengkritik orang lain, kita kerap kali tidak sadar 
bahwa kitapun memiliki kelemahan yang sama, bahkan mungkin lebih 
parah. Ada kalanya apa yang tidak kita sukai dari orang lain adalah sifat 
yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Kita belum bisa mengatasi satu 
kebiasaan buruk, kemudian jengkel saat melihat sifat buruk itu muncul 
dalam diri orang lain, sehingga kita memintanya untuk berubah.  
Tuhan Yesus tidak melarang kita menilai orang lain secara kritis.

Namun, janganlah membesar-besarkan kesalahan orang lain dengan mengabaikan 
kesalahan diri sendiri. Jika kita memakai standar atau ukuran tinggi 
dalam menilai orang lain, pastikan kita sendiri sudah memenuhi standar 
yang kita buat. Yang terbaik adalah introspeksi diri terlebih dulu sebelum 
memberi kritik kepada orang lain. Yesus bersabda, Janganlah kamu 
menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu 
menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu 
akan diampuni (Luk.6:37). Salah satu kecenderungan buruk kita manusia 
ialah mudah sekali memberikan penilaian terhadap sesama, menghakimi 
sesama, mengkritik dengan pedas di belakangnya serta menyebar firnah 
tanpa bukti dan alasan yang wajar. Sering kita merasa sempurna dan 
superior sehingga tidak menaruh kasih terhadap kesalahan sesama. 

Perbuatannya bisa terjadi secara sederhana tetapi menimbulkan akibat 
yang sangat besar dan fatal. Tanpa disadari, manusia sejatinya telah 
berusaha menampilkan diri seolah menjadi Tuhan atas sesama. Ia merasa 
berhak memberi penilaian dan menentukan sesuatu dalam hidup sesama. 
Lebih mudah memberikan penghakiman daripada memberikan kasih dan 
perhatian. Terasa berat, tetapi ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita 
bersama. Kita diundang bergandengan tangan mewujudkannya.

Gereja hadir lewat seluruh tindakannya yang mengedepankan kasih Tuhan. 
Sebagaimana Yesus selalu mengutamakan kasih di atas hukum, demikian 
juga Gereja. Di hadapan orang berdosa, Yesus tidak pertama-tama 
memikirkan bentuk-bentuk hukuman yang pantas, tetapi Ia sendiri telah 
menerima, menyambut dan memberikan kehangatan dalam kasih-Nya.  
Mari dalam masa pertobatan ini, kita terus membuka diri sehingga 
semakin bertumbuh dalam kasih Tuhan. Semoga kita semakin lebih 
mudah tergerak hatinya mengasihi, daripada memberikan penilaian atas 
hidup sesama bahkan menghakimi. 

Ya Tuhan, kekanglah lidah, hati, dan pikiranku dari keinginan menghakimi 
sesama agar tidak menjadi congkak, sebab aku pun tidak sempurna. Aku 
mohon ampunilah aku selalu, seperti aku pun harus mengampuni yang 
bersalah kepadaku. Amin. 

Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Minggu Prapaskah II. Salam doa 
dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama 
Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.