Media Iran Konfirmasi Presiden ke-6 Ahmadinejad Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ilham Fazrir Harahap March 02, 2026 10:54 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden ke-6 Iran, Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel. Kabar itu dilaporkan oleh media Iran.

Insiden ini terjadi di tengah operasi militer besar-besaran yang disebut sebagai "Operation Epic Fury" oleh pihak AS, yang juga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Kabar kematian Ahmadinejad pertama kali muncul melalui laporan media Iran yakni Iran Labour News Agency (ILNA) pada 1 Maret 2026.

Baca juga: Donald Trump Remehkan Serangan Balasan Iran Usai Khamenei Tewas: Lebih, Kami Pikir 2 Kali Lipat

"Mahmoud Ahmadinejad, yang menjabat sebagai Presiden Iran dari tahun 2005 hingga 2013, tewas dalam serangan udara gabungan Israel-AS pada hari Sabtu (28/2/2026)." ungkap ILNA melalui keterangannya ke publik.

ILNA dan media negara Iran lainnya dilaporkan mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menewaskan Ahmadinejad beserta beberapa pengawal dan ajudannya.

Video dari lokasi menunjukkan kerusakan signifikan, termasuk pada sebuah sekolah setempat yang menyebabkan korban sipil, termasuk anak-anak. Otoritas Iran menyatakan bahwa proses identifikasi korban dan pengamanan lokasi masih berlangsung hingga 1 Maret 2026.

Baca juga: SOSOK Try Sutrisno, Wapres RI ke-6 Meninggal Dunia, Istana Sampaikan Duka

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang operasi udara masif AS-Israel yang menargetkan fasilitas nuklir, markas militer, dan pemimpin senior Iran. 

Operasi ini juga menyebabkan kematian Khamenei yang telah dikonfirmasi oleh pejabat Israel dan media Iran

Selain itu, sejumlah pejabat tinggi seperti Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi ikut tewas dalam serangan tersebut.

Pihak AS melalui CENTCOM melaporkan korban di pihak mereka, termasuk tiga tentara tewas dan lima terluka parah.

Sementara itu, Israel mengklaim telah berhasil menewaskan puluhan komandan senior Iran dalam waktu singkat.

Baca juga: Harga BBM Terancam Naik Imbas Perang AS vs Iran, Skenario Terburuk Jika Selat Hormuz Lumpuh

Lokasi Serangan ke Ahmadinejad

Laporan ini segera memicu perhatian luas mengingat sosok Ahmadinejad merupakan figur krusial dalam dinamika politik Timur Tengah selama masa jabatannya.

Pihak ILNA lebih lanjut menjelaskan rincian mengenai lokasi kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, ILNA menyebutkan bahwa serangan gabungan Israel dan AS tersebut menargetkan kediaman Ahmadinejad di distrik Narnak di timur laut Teheran.

Serangan tersebut mengakibatkan kematiannya dan beberapa pengawalnya.

ILNA juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, proses identifikasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.

Berdasarkan laporan dari berbagai media internasional, operasi serangan di kawasan Narnak tersebut diperkirakan berlangsung pada Sabtu malam (28/2/2026).

Sebagai catatan sejarah, sebelum memegang tampuk kepemimpinan tertinggi sebagai presiden, Ahmadinejad juga pernah menjabat sebagai gubernur provinsi Ardabil dan walikota Teheran.

Karier politiknya yang panjang membawanya menjadi salah satu tokoh konservatif paling vokal di Iran.

Setelah menyelesaikan dua masa jabatan sebagai pemimpin negara, perannya di pemerintahan tidak sepenuhnya berakhir.

Setelah ia menjabat dua periode sebagai pemimpin negara, Ayatollah Ali Khamenei, selaku pemimpin tertinggi di Iran kemudian menunjuk Ahmadinejad ke Dewan Ajudikasi, sebuah badan penasihat beranggotakan 48 orang yang memberikan saran kepada kantor Pemimpin Tertinggi.

(Tribun-Medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.