Sambut Fenomena Gerhana Bulan 2026 dengan Sholat Khusuf, Ini Tata Caranya
Array A Argus March 02, 2026 10:54 AM

 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Informasi seputar gerhana bulan 2026, gerhana bulan 3 Maret, dan gerhana bulan total tengah ramai dibicarakan masyarakat Indonesia.

Sebab, pada 3 Maret 2026 besok, akan berlangsung fenomena langit gerhana bulan total. 

Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga seluruh permukaan Bulan tertutup bayangan Bumi.

Baca juga: Hujan Meteor dan Beberapa Fenomena Langit di Tahun 2026

FENOMENA LANGIT- Ilustrasi fenomena langit gerhana bulan total yang memancar dari tengah danau di dalam hutan. Tampak satwa di dalam hutan berkumpul di pinggiran danau.
FENOMENA LANGIT- Ilustrasi fenomena langit gerhana bulan total yang memancar dari tengah danau di dalam hutan. Tampak satwa di dalam hutan berkumpul di pinggiran danau. (ChatGPT)

Akibatnya, Bulan tampak berwarna kemerahan yang kerap disebut sebagai “blood moon”.

Selain menjadi momen astronomi yang menarik, peristiwa ini juga memiliki makna spiritual bagi umat Islam.

Saat gerhana bulan total berlangsung, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat khusuf.

Sholat khusuf adalah shalat sunnah yang dilakukan ketika gerhana bulan terjadi sebagai bentuk pengagungan kepada Allah atas tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Baca juga: Fenomena Langit Supermoon 4 Desember 2025, Simak Penjelasannya Berikut Ini

Ibadah ini menjadi pengingat bahwa segala fenomena alam berada dalam kehendak Sang Pencipta.

Secara hukum, sholat khusuf termasuk sunnah muakkad atau sangat dianjurkan.

Pelaksanaannya terdiri dari dua rakaat, dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri.

Selain melaksanakan shalat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar selama gerhana berlangsung.

Dengan demikian, gerhana bulan total pada 3 Maret 2026 bukan hanya menjadi peristiwa ilmiah, tetapi juga momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

SHOLAT GERHANA- Ilustrasi sholat gerhana bulan yang dianjurkan dalam Islam berdasarkan hadis.
SHOLAT GERHANA- Ilustrasi sholat gerhana bulan yang dianjurkan dalam Islam berdasarkan hadis. (ChatGPT)

Baca juga: Daftar Fenomena Langit yang Terjadi pada Bulan Desember 2025, Ada Hujan Meteor yang Indah

Panduan Tata Cara Sholat Khusuf atau Sholat Gerhana Bulan

Gerhana dalam pandangan Islam bukan pertanda musibah, bukan pula tanda kematian atau nasib buruk seseorang. Rasulullah Saw menegaskan bahwa gerhana adalah bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah yang mengajak manusia kembali mengingat-Nya.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا

“Sesungguhnya Matahari dan Bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, dirikanlah salat.” (HR. Muslim)

Baca juga: 21 Desember Memperingati Hari Apa? Ternyata Ada Peringatan Soal Fenomena Alam

Hadis ini menjadi landasan kuat bahwa gerhana seharusnya disambut dengan ibadah, bukan sekadar pengamatan.

Lalu, bagaimana cara melaksanakan sholat khusuf?

Dilansir dari laman Muhammadiyah, salat gerhana (Kusuf untuk Matahari, Khusuf untuk Bulan) dilaksanakan secara berjemaah tanpa azan dan ikamah.

Ciri khas utama salat ini adalah adanya dua kali rukuk dan dua kali berdiri (qiyam) dalam setiap rakaatnya.

Baca juga: Tembagapura Papua Turun Hujan Salju, BMKG Sebut Ini Fenomena Alam Langka yang Terjadi di Indonesia

Rakaat Pertama

  1. Imam menyerukan “Aṣ-ṣalātu jāmi‘ah” untuk memanggil makmum.
  2. Memulai salat dengan takbir, lalu membaca surah al-Fatihah dan surah yang panjang dengan suara yang lantang (jahar).
  3. Melakukan rukuk dengan membaca tasbih yang lama.
  4. Bangkit dari rukuk dengan membaca “Sami‘allāhu li man ḥamidah”, makmum membaca “Rabbanā wa lakal-ḥamd”.
  5. Berdiri tegak lagi, lalu membaca al-Fatihah dan surah panjang (namun lebih pendek dari yang pertama).
  6. Rukuk kembali dengan membaca tasbih yang lama (namun lebih singkat dari yang pertama).
  7. Bangkit dari rukuk kedua dengan membaca “Sami‘allāhu li man ḥamidah”.
  8. Melakukan sujud.
  9. Duduk di antara dua sujud.
  10. Sujud kedua.

Rakaat Kedua

  1. Berdiri tegak untuk mengerjakan rakaat kedua dengan urutan yang sama seperti rakaat pertama (dua kali rukuk dan dua kali berdiri).
  2. Menyelesaikan salat hingga salam.

Setelah Salat

Setelah salat selesai, imam berdiri menyampaikan khutbah satu kali. Isi khutbah meliputi:

  1. Nasihat dan peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah.
  2. Ajakan untuk memperbanyak istigfar dan sedekah.
  3. Anjuran melakukan berbagai amal kebajikan.

Bacaan Niat Sholat Khusuf

Niat sholat khusuf (gerhana bulan) menurut panduan Muhammadiyah dilakukan di dalam hati saat takbiratul ihram, dengan tujuan shalat sunnah dua rakaat karena Allah.

Lafal niat yang umum digunakan adalah: Ushallii sunnatal khusuufi rak'ataini (imaaman/makmuuman) lillaahi ta'aalaa.

1. Niat Sendirian (Munfarid)

أُصَلَّى سُنَّةَ الْخُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal khusuufi rak'ataini lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala".

2. Niat Sebagai Imam

أُصَلَّى سُنَّةَ الْخُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal khusuufi rak'ataini imaaman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala".

3. Niat Sebagai Makmum

أُصَلَّى سُنَّةَ الْخُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal khusuufi rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aala.

Artinya: "Saya shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala". (ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.