Sejarah Baru, Bupati Jayawijaya Tunjuk Putra Suku Mee Jadi Kabag Umum Setda
Marius Frisson Yewun March 02, 2026 12:27 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya di bawah kepemimpinan Bupati Athenius Murib, dan Wakil Bupati Ronny Elopere, menorehkan sejarah baru dalam perpolitikan dan birokrasi di Lembah Baliem. Untuk pertama kalinya, seorang putra dari Suku Mee dipercayakan menjabat sebagai PLT Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah di wilayah adat Lapago.

Pejabat baru tersebut adalah Stefanus Sakius Pekei, yang juga dikenal dengan nama Mapile Huby. Penunjukan ini disambut dengan rasa syukur mendalam, tidak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh seluruh komunitas Suku Mee yang ada di wilayah Meepago dan Lapago.

Suku Mee adalah penduduk asli wilayah Adat Meepago yang secara administrasi pemerintahan, meliputi sejumlah kabupaten seperti Nabire, Paniai, Deyai, Dogiyai di Provinsi Papua Tengah, sedangkan Kabupaten Jayawijaya merupakan bagian dari wilayah yang didiami Suku Dani. Suku Dani adalah penduduk asli Papua yang mendiami sejumlah kabupaten di wilayah Provinsi Papua Pegunungan.

Baca juga: Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia

Dalam pernyataannya, Stefanus Pekei mengungkapkan bahwa jabatan ini bukan sekadar tugas birokrasi, melainkan bentuk penghormatan pemerintah terhadap sejarah panjang Suku Mee di Jayawijaya.

"Ini adalah sejarah baru bagi kami Suku Mee. Bapak bupati menyampaikan bahwa pemberian jabatan ini adalah penghargaan bagi Suku Mee yang telah lama hadir di lembah ini, mulai dari para perintis Injil di Minimo hingga para guru yang mendidik generasi di Papua Pegunungan," ujarnya saat ditemui Tribun-Papua.com, diruang kerjanya pada Senin, (2/3/2026).

Meskipun memiliki latar belakang sebagai guru agama di STM, Stefanus mengaku siap memikul tanggung jawab besar ini. 

Dia mengaku dirinya mendapat dukungan yang mengalir deras dari para intelektual Jayawijaya dan para orang tua suku yang menganggap langkah bupati sebagai bentuk perhatian nyata terhadap inklusivitas seluruh suku yang ada di Jayawijaya.

Baca juga: Penyebab Persipura Kalah Dari Kendal Tornado Versi Pelatih Rahmad Darmawan

Sebagai Kabag Umum, Stefanus menegaskan bahwa kantornya akan menjadi pintu terbuka bagi seluruh masyarakat. Mengingat bagian umum adalah tempat diterimanya berbagai usulan dan keluhan warga dan ia berkomitmen memberikan pelayanan yang adil.

"Di tempat inilah keluhan masyarakat bermuara. Kami tidak akan membeda-bedakan latar belakang organisasi atau asal usul. Kami hadir sebagai alat untuk membantu dan menyelamatkan mereka dari kesulitan melalui pelayanan pemerintah," tegasnya.

Langkah Cepat Pembenahan Infrastruktur

Mengawali masa tugasnya, Stefanus langsung melakukan gebrakan dengan meninjau kondisi fisik kantor. Sejak malam pertama menjabat, ia telah menghadirkan konsultan untuk memetakan kerusakan gedung, termasuk perbaikan atap yang bocor dan ruang kerja yang kurang layak.

"Hari ini kita langsung start. Kita benahi fasilitas yang rusak agar pelayanan kepada masyarakat dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, khususnya di bagian umum, dapat berjalan maksimal sesuai kehendak Tuhan,"ungkapnya.

Baca juga: Atlet Dojang Gold Mountain Timika Warnai Ramadan Lewat Aksi Bagi Takjil Gratis

Pernyataan tersebut ditutup dengan ucapan terima kasih yang tulus dan seruan khas masyarakat Papua Pegunungan "wah, wah, wah" sebagai tanda hormat dan syukur atas kepercayaan yang diberikan demi kemajuan bersama di wilayah Lapago.

Secara birokrasi pemerintahan, penempatan ASN dari berbagai suku merupakan hal wajar, namun tidak untuk kali ini.

Jayawijaya merupakan satu dari delapan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Pegunungan. Jayawijaya yang semakin berkembang, tidak hanya dihuni oleh penduduk asli sebab penduduk dari berbagai nusantara telah hidup dan berbaur dengan masyarakat asli. 

Jayawijaya merupakan Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan dan masih disebut sebagai induk atau mama bagi 8 kabaten seperti Yalimo, Yahukimo, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Tolikara sebab merupakan hasil pemekaran dari Jayawijaya.

Kabupaten-kabupaten itu dahulunya merupakan distrik-distrik dari Jayawijaya, yang ibu kotanya berada di Wamena.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.