PROHABA.CO, TEHERAN - Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah akan melancarkan operasi ofensif paling dahsyat dalam sejarah militer Republik Islam Iran menyusul gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Imam Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (29/2/2026) dini hari.
IRGC menyatakan duka mendalam atas kematian Khamenei, yang disebut sebagai “pemimpin besar” dan martir Revolusi Islam.
Ia menambahkan bahwa, “Kemartiran Khamenei di tangan teroris dan algojo kemanusiaan yang palingkejam adalah tanda legitimasi pemimpin besar ini dan penerimaan jasanya yang tulus.”
Ia menambahkan, “Tangan balas dendam bangsa Iran... tidak akan membiarkan mereka pergi.”
“IRGC akan berdiri teguh dalam menghadapi konspirasi dalam dan luar negeri,” kata pernyataan itu.
Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di berbagai wilayah negara tersebut.
Media pemerintah Iran melaporkan Khamenei tewas bersama putrinya, menantu laki-lakinya, serta cucunya dalam serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan sejak eskalasi konflik terbaru pecah.
Pengumuman ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer besar terhadap Iran telah dimulai menyusul serangan rudal Israel.
Baca juga: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Tewas dalam Serangan Udara Gabungan Israel-AS
Trump mengeklaim, pengeboman yang disebutnya “berat dan tepat” akan terus berlanjut sepanjang pekan ini atau selama diperlukan untuk mencapai tujuan strategis Washington DC.
Sementara itu, media Iran Fars News Agency mengutip seorang komandan IRGC mengatakan, “Pembunuhan para komandan tidak meninggalkan dampak sedikit pun terhadap jalannya kemajuan dalam pertempuran ini.
Struktur sistem kami dirancang sedemikian rupa yang memungkinkan penunjukan individu-individu yang mampu segera setelah kemartiran seorang komandan.” Korban sipil bertambah
Di tengah serangan udara yang meluas, media pemerintah Iran juga melaporkan sebuah sekolah di Iran selatan dihantam serangan, menewaskan sedikitnya 108 orang.
Secara keseluruhan, sedikitnya 201 orang dilaporkan tewas di 24 provinsi akibat gelombang serangan terbaru.
Iran membalas Sementara itu, Iran melancarkan serangan balasan yang diklaim menargetkan aset-aset milik Israel dan Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, dan Irak.
Beberapa negara di kawasan tersebut dilaporkan menutup wilayah udara mereka sebagai langkah antisipasi.
Berkabung 40 hari
Selain itu, tujuh hari libur nasional juga diumumkan. Bagi Republik Islam Iran, kematian Khamenei disebut sebagai “hari yang berbeda” dalam sejarah negara tersebut.
Ia merupakan fi gur sentral dalam Revolusi Islam dan memainkan peran kunci sebelum maupun sesudah revolusi.
Di dalam negeri, ia dipandang sebagai sosok yang sangat berpengaruh, baik oleh para pendukungnya maupun para pengkritiknya.
Kini, media Iran menyebutnya sebagai “martir Revolusi Islam”.
Namun, hingga kini, tidak ada rincian resmi mengenai bagaimana persisnya ia tewas dalam serangan tersebut.
Baca juga: Israel Luncurkan Serangan Rudal ke Teheran, Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Iran
Klaim Trump dipertanyakan
Klaim Presiden Trump mengenai kematian Khamenei disebut-sebut bersumber dari informasi Israel.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan terbuka dari badan intelijen Amerika Serikat maupun Pentagon yang secara resmi mengonfi rmasi detail tersebut.
Trump juga mengisyaratkan adanya potensi pemberontakan terhadap kepemimpinan di Iran dan menyatakan harapannya akan muncul perlawanan rakyat terhadap pemerintah di Teheran.
Perkembangan ini menandai babak baru yang sangat genting dalam dinamika konflik Timur Tengah, dengan implikasi yang diperkirakan akan mengguncang stabilitas kawasan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Reza Fahlevi menyebut kematian Ali Khamenei merupakan tanda berakhirnya era kepemimpinan di negara Islam Iran dan dia memuji Trump dan Israel karena berhasil menyerang Khamenei sehingga meregang nyama bersama anak, menantu, dan cucunya.
Laporan terbaru menyebutkan, jasad Khamenei telah ditemukan di bawah reruntuhan kediamannya.
Demikian pula jasad anak, menantu, dan cucunya.
Cincin yang selalu dipakai Khamenei menjadi salah satu tanda untuk mempermudah identifikasi jasadnya.
Bersama Khamenei juga terbunuh sejunlah elite militer Iran, termasuk Komandan IRGC atau Korps Garda Revolusi Iran.
Ratusan ribu warga Iran turun ke jalan meratapi kematian Imam Besar yang paling dihormati rakyat Iran itu.
Sementara itu, Raza Fahlevi berkomentar bahwa kematian Ali Khamenei menandai berakhir era kepemimpinan Islam di Iran.
Ia juga menyatakan selamat kepada Donald Trump dan Netanyahu karena berhasil mengakhiri riwayat musuh politiknya itu.
(Serambinews.com/Kompas. com)
Baca juga: IRGC Klaim Rudal-Rudal Balistik Iran Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln
Baca juga: Militer AS Bersiap Hadapi Iran dengan Opsi Serangan Udara dan Laut, Tinggal Tunggu Perintah