Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menyikapi dinamika yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap Arab Saudi, khususnya di Kota Suci Mekah dan Madinah, pemerintah mengimbau jemaah umrah untuk sementara waktu menunda keberangkatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Selatan, Arkan Nurwahiddin, menyampaikan bahwa Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memantau perkembangan situasi, khususnya terkait jemaah umroh yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan segera berangkat.
“Kami menghimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai kondisi di Timur Tengah benar-benar kondusif,” kata Arkan, Senin (2/3/2026).
Langkah ini, dilakukan demi memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi.
Baca juga: Kerugian Dugaan Penipuan Travel Umroh di Lubuklinggau Capai Rp 600 Juta, Sudah 4 Orang Lapor Polisi
Baca juga: Jemaah Umroh di Lubuklinggau yang Gagal Berangkat, Laporkan Owner UMMI Wisata dan Travel ke Polisi
Sementara itu, bagi jemaah yang saat ini tengah menunaikan ibadah di Tanah Suci, pemerintah meminta agar mereka tetap menjalin komunikasi aktif dengan kantor urusan haji di Arab Saudi, termasuk dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah serta pihak berwenang lainnya.
"Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah bersama Kementerian Luar Negeri juga menegaskan kesiapan untuk memfasilitasi kebutuhan jemaah, mulai dari penyediaan informasi terkini hingga perlindungan selama berada di Tanah Suci," katanya.
Koordinasi juga terus dilakukan dengan maskapai penerbangan, pihak hotel, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan tetap berjalan optimal.
Sementara itu kepada keluarga jemaah di Tanah Air, pemerintah mengimbau agar tetap tenang. Pemerintah Indonesia memastikan fokus penuh terhadap keselamatan dan kenyamanan jemaah yang sedang beribadah.
Bagi jamaah yang dalam waktu dekat akan kembali ke Indonesia, diminta untuk terus berkomunikasi dengan pihak travel masing-masing. Sementara bagi jemaah umroh mandiri, diimbau agar tetap berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia yang bertugas guna memastikan seluruh layanan dapat diperoleh dengan baik.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah, Arkan menegaskan bahwa proses persiapan tetap berjalan sesuai rencana. Hingga saat ini, belum terdapat dampak signifikan terhadap tahapan perencanaan dan persiapan haji.
“Mudah-mudahan penyelenggaraan haji 2026 dapat berjalan lancar dan tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Kita berharap situasi segera mereda,” katanya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com