Sosok Muhammad Suryo Bos Rokok HS Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Meninggal Dunia
Weni Wahyuny March 02, 2026 03:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Muhammad Suryo, pengusaha rokok HS mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di wilayah Palihan, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/3/2026) sore.

Saat kejadian, Muhammad Suryo motor gede (Moge) Harley Davidson dan membonceng istrinya, Anis Syarifah (41) tengah bersama rombongan touring motor.

Moge Harley Davidson dikendarai Suryo itu menabrak sepeda motor Jupiter MX yang hendak menyeberang dari arah selatan ke utara.

Akibat kecelakaan itu merenggut nyawa Anis Syarifah sang istri yang dikabarkan meninggal di lokasi kejadian.

Sementara, korban anak dari pengendara Jupiter MX mengalami patah kaki kanan terbuka akibat terlempar hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Maut Moge Vs Jupiter MX di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Dikabarkan Tewas

Sosok Muhammad Suryo

Diketahui, Muhammad Suryo lahir di Lampung pada tanggal 27 Maret 1984.

Muhammad Suryo dikenal sebagai pebisnis muda sekaligus CEO Surya Group Holding Company, pemilik bisnis rokok HS.

Masa kecil hingga lulus SMA dihabiskan di Lampung Timur.

Setelah itu, keluarganya sempat menetap di Bengkulu sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta.

Kota pelajar tersebut menjadi titik awal ia mulai membangun usaha secara mandiri.

Merantau dari Bengkulu, tinggal di kos 3x3 meter bersama tiga orang, tidur beralaskan karpet, naik bus ke kampus.

Melansir dari Tribunjogja.com, Suryo ingat betul bagaimana dia hanya mampu naik bus dan angkutan umum. 

Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental untuk bertahan hidup.

Baca juga: Sosok Anis Syarifah, Istri Bos Rokok HS Tewas Kecelakaan Moge Vs Jupiter MX di Kulon Progo

Di bawah kepemimpinan Muhammad Suryo sebagai CEO, Surya Group berkembang pesat dan menjadi payung bagi berbagai lini usaha strategis.

Dari sektor tersebut, ia memperluas jaringan usahanya ke bidang konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan.

Nama bos HS dan pemilik rokok HS semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Pada Desember 2025, Muhammad Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Dia mendapat penghargaan sebagai alumni peduli atas dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Penghargaan diberikan karena Suryo dianggap sebagai alumni yang peduli pada pembangunan nasional dengan menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung kegiatan UPN.

Kemudian, kini operasional pabrik HS di Lampung Timur ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang.

Disinggung terkait lapangan kerja yang ia ciptakan, Suryo mengatakan saat ini memiliki banyak unit bisnis. 

Di antaranya perusahaan rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.

"Yang banyak mempekerjakan karyawan itu di pabrik rokok HS. Saat ini, saya sudah punya 3000 karyawan lebih. Dan tahun 2026 nanti, saya akan membangun pabrik baru dan ditargetkan menyerap 10.000 karyawan," ucapnya.

Kecelakaan Moge 

Pengusaha rokok HS, Muhammad Suryo, bersama istrinya, Anis Syarifah (41) alami kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di wilayah Palihan, Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (1/3/2026) sore.

Nahas, dalam kecelakaan itu, Anis Syarifah dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga: Hindari Motor Tak Mau Mengalah, Mobil Damkar PALI Kecelakaan dan Terbalik Saat ke Lokasi Kebakaran

Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum kemudian dibawa ke RS Rizki Amalia.

Kabar meninggalnya Anis Syarifah dikonfirmasi oleh Surya Group Holding Company yang membagikan postingan duka dari unggahan Instagram @karyahsofficial, Senin, (2/3/2026).

"Dengan penuh rasa duka, Keluarga Besar Surya Group & HS Berani Kita Beda menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya Ibu Hj. Anis Syarifah.

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, menerima segala amal kebaikan beliau, mengampuni kekhilafan, serta menempatkan almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya," tulis pada keterangan unggahan.

Sementara itu, Muhammad Suryo dilaporkan dalam kondisi kritis dan dirujuk ke Jogjakarta International Hospital (JIH) untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara, pengendara Yamaha Jupiter MX mengalami patah tulang pada kaki kanan dan menjalani perawatan di RSUD Wates, Kulon Progo.

Anak yang diboncengnya juga dirawat di rumah sakit yang sama.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut. 

Detik-detik Kecelakaan

Abdullah alias Aab, korban pengendara Jupiter MX menjelaskan, insiden terjadi saat ia dan anaknya, DN (10) hendak menyeberang jalan menuju ke Pripih untuk mencari takjil sekitar pukul 16.30 WIB.

Benturan keras tersebut membuat DN terpental hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional.

“Pas ditabrak itu, anak saya kelempar sampai ke kali. Deva tulangnya keluar di kanan. Sekarang masih dipantau dokter,” kata Aab saat ditemui di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Senin (2/3/2026), dilansir dari Kompas.com.

Sebelum menyeberang, ia sempat melihat mobil dari arah timur namun posisinya masih terhitung jauh.

Secara tidak terduga, sebuah moge melaju kencang dari arah timur muncul dari balik mobil tersebut dan langsung menghantam motor yang dikendarai Aab.

Kerabat korban, Sarah, mengaku ngeri melihat kondisi motor milik Aab yang remuk hingga ban motornya terlepas akibat tabrakan tersebut.

"Anak saya jatuh ke sungai. Untung air tidak deras," ujar Aab yang juga mengalami luka patah tulang terbuka di tungkai kanan bawah serta patah pergelangan tangan.

Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.

Kerabat korban lainnya, Iyas, menyebutkan, ayah dan anak tersebut harus menjalani tindakan operasi tulang pada Senin pagi akibat luka serius yang dialami.

"Keduanya harus melakukan operasi tulang pagi ini," kata Iyas.

Pihak keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar agar DN yang berposisi sebagai striker di sekolah sepak bola (SSB) Karangwuluh itu bisa kembali mengejar cita-citanya.

Sebelum kecelakaan, DN dikenal sebagai atlet belia berprestasi yang sempat mencetak dua gol dalam turnamen di Stadion Cangkring beberapa waktu lalu.

“Tadinya ada SSB, tapi dia bilang lemes. Jadi enggak jadi latihan. Dia semangat banget setelah itu. Katanya mau terus latihan,” tutur Aab mengingat ambisi anaknya sebelum insiden terjadi.

 Sebelumnya, informasi mengenai insiden ini cepat menyebar di media sosial, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @Andreli_48.

Seorang saksi mata bernama Pratman menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut keterangan saksi, Muhammad Suryo dengan membonceng istrinya melaju dari arah timur menuju barat.
 
Sementara pengendara motor Jupiter MX yang belum diketahui identitasnya

"Tadi harley-nya mau nyalip kendaraan di depannya (ambil kanan). Korban (Jupiter MX) dari selatan mau nyeberang, langsung ketabrak. 

Tadi anak kecilnya (penumpang Jupiter MX) langsung terlempar ke selokan (saluran dituangkan di samping jalan). Pengendara dan pembonceng harley-nya juga terlempar ke saluran irigasi,” tutur Pratman dikutip dari unggahan akun @Andreli_48 di Instagram.

Karena jarak antar kendaraan dinilai terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari.

Sepeda motor Harley Davidson berpelat Z 5050 MRS baru berhenti setelah terseret beberapa puluh meter dari titik benturan.

(*)

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.