TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi wilayah Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, menyebabkan pohon mangga tumbang dan menimpa rumah warga di lingkungan ĺBanjar Batu Sari, Desa Sangeh, Minggu 1 Maret 2026 dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun rumah warga yang diketahui milik I Wayan Wadi Darma Putra rusak parah.
Menurut informasi yang didapat, kejadian itu pun baru dilaporkan pada pukul 07.30 Wita ke BPBD Badung oleh dari Kelian Dinas setempat. Namun untuk kejadian diketahui terjadi sekitar pukul 02.30 Wita, saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut disertai angin kencang.
Pemilik rumah saat itu tidur tidak mengetahui tiba-tiba pohon mangga tumbang hingga menimpa rumahnya. Pemilik rumah I Wayan Wadi Darma Putra yang beralamat di Banjar Mulukbabi, Sangeh itu pun kaget dan langsung keluar dengan keluarganya yang lain
Baca juga: Kesiapan Personel Amankan Ramadan dan Nyepi di Bali, 167 Personel Laksanakan Operasi Cipkon Agung
Diketaui bangunan rumah yang rusak meliputi dapur berukuran 6x5 meter, kamar tidur berukuran 9x5 meter, serta kamar mandi berukuran 5x3 meter. Akibat kejadian tersebut, atap masing-masing bangunan roboh dan mengalami kerusakan cukup parah.
Mendapat laporan itu, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Badung Pos Puspem yang terdiri dari I B Eko Setiawan, I B Pt Aditya, Nyoman Saputra, dan Ade Riandika segera meluncur ke lokasi. Tim tiba sekitar pukul 08.00 Wita dan melakukan asesmen serta pembersihan material pohon dengan waktu penanganan kurang lebih satu jam. Perangkat desa dan pemilik rumah turut membantu proses evakuasi dan pembersihan.
Baca juga: Air Hujan Dibuang Ke Laut, Bupati Badung Adi Arnawa Wacanakan Inovasi Agar Jadi Layak Konsumsi
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, I Ketut Murdika menyampaikan bahwa kejadian tersebut murni dipicu faktor cuaca ekstrem. Bahkan akibat kejadian itu diperkirakan kerugian material ditaksir mencapai kurang lebih Rp 50 juta.
"Curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama tumbangnya pohon. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan bangunan cukup signifikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPBD akan terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta kesiapsiagaan personel di lapangan. Bahkan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap pohon-pohon besar yang berada di sekitar rumah.
"Saat musim hujan seperti sekarang, kami minta warga melakukan pemangkasan ranting atau penebangan pohon yang berpotensi membahayakan. Langkah mitigasi dini sangat penting untuk meminimalisir risiko," tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini, kebutuhan mendesak korban adalah terpal untuk menutup bagian atap yang bocor guna mengantisipasi hujan susulan. BPBD bersama perangkat desa setempat masih melakukan pendataan lanjutan terkait dampak kerusakan akibat kejadian tersebut.
Sementara Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa menyatakan, dirinya juga telah menyambangi lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan. Ia pun mengaku, kondisi rumah warga yang tertimpa pohon tumbang mengalami keruskan yang cukup parah.
Meski rumah mengalami kerusakan, pihaknya menerangkan, warga tersebut masih bertahan di lokasi. Hanya saja Tim BPBD Badung disebutkan telah mempersiapkan tenda untuk mengganti genteng yang rusak sebagai atap tempat tinggal. Meski demikian pengerjaan perbaikan rumah tersebut akan segera dilakukan.
"Mereka tetap tinggal di rumah itu, karena memang masih ada kamar yang tersedia, walaupun bangunan itu sedikit kena (tertimpa pohon tumbang). Astungkara teman-teman di BPBD sudah menyiapkan dua tenda yang ukurannya lumayan. Tenda digunakan untuk mengganti gentengnya sementara waktu," imbuhnya. (*)