Semarak Malam Pawai Lampion 2026 di Kota Singkawang, Meriah Diramaikan Ribuan Penonton
Rivaldi Ade Musliadi March 02, 2026 12:42 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Ribuan masyarakat tumpah ruah di sekitaran Jalan Firdaus, Kota Singkawang depan Kantor Wali Kota Singkawang untuk menyaksikan Pawai Lampion, pada Minggu 1 Maret 2026 Malam. 

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, pun membuka acara pawai lampion secara langsung disertai dengan pemukulan loku. 

Bahkan dalam acara ini turut dihadiri Jamdatun Kejaksaan Agung RI, Jenderal TNI (Purn.), Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, Wakil Wali Kota Singkawang, Forkopimda Kota Singkawang, Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Perwakilan Detasemen Markas Kodam XII/Tanjungpura, dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan ini, Tjhai Chui Mie, mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tamu undangan serta para wisatawan yang telah hadir pada acara tersebut.

"Lampion yang akan kita saksikan pada malam ini bukan sekadar arak-arakan dan hiasan yang menerangi Kota Singkawang," katanya.

• Festival Pawai Lampion Mobil Hias Meriahkan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2026 di Singkawang

Menurutnya dengan acara pawai lampion ini merupakan simbol doa, simbol harapan baru, dan simbol semangat untuk terus melangkah lebih baik di tahun yang baru. 

Ia mengatakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang telah menjadi warisan budaya yang membanggakan. 

"Bukan hanya menjadi perayaan masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi milik kita bersama. Inilah kekuatan Singkawang, kota yang berdiri di atas keberagaman, tumbuh dalam toleransi, dan kuat karena persatuan," jelasnya.

Tak hanya itu, ia mengungkapkan tahun ini terasa semakin istimewa, sebab perayaan Tahun Baru Imlek 2577 dan Cap Go Meh 2026 beriringan dengan datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. 

"Dua momentum besar yang sama-sama mengajarkan kita tentang makna pembaruan diri, pengendalian, rasa syukur, dan memperbanyak kebaikan," ucapnya.

Sehingga kata dia, sebagai kota yang majemuk dan tertoleran, Singkawang kembali menunjukkan harmoni dapat tumbuh berdampingan. 

"Inilah wajah Singkawang, kota yang masyarakatnya saling menghormati, mendukung dan saling menjaga serta menjunjung tinggi toleransi," ungkapnya.

Melalui momentum ini, ia mengajak untuk terus menjaga kerukunan, saling menghormati, dan memperkuat persatuan. 

"Karena sesungguhnya cahaya terbesar bukan hanya dari lampion yang kita nyalakan, tetapi dari hati kita yang saling menerima dan menghargai perbedaan," pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.