Keberangkatan Jamaah Umrah asal Balikpapan Ditunda Sementara, Dampak Konflik Iran vs Amerika 
Samir Paturusi March 02, 2026 11:08 AM

 

TRIBUNKALTIM.CON,BALIKPAPAN – Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat mulai berdampak pada arus perjalanan internasional, termasuk keberangkatan jamaah umrah asal Kota Balikpapan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Balikpapan, Suharto Baijuri, mengatakan seluruh keberangkatan jamaah umrah asal Balikpapan untuk sementara waktu ditunda, setidaknya hingga satu minggu ke depan.

Penundaan dilakukan sambil menunggu laporan dan regulasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah di pusat.

“Kita masih menunggu arahan dari Kemenhaj pusat seperti apa regulasinya. Sampai sekarang belum ada laporan resmi terkait jamaah yang terdampak, baik jadwal keberangkatan maupun kepulangannya,” ujar Suharto saat dihubungi Tribun Kaltim melalui pesan singkat (2/3/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum ada jamaah yang secara resmi melaporkan penundaan atau kendala keberangkatan.

Baca juga: Adib Satria Jamaah Umrah asal Balikpapan masih di Makkah, Sempat Waswas Dampak Konflik AS-Iran

Namun, pihaknya mengimbau seluruh calon jamaah dan travel umrah untuk tidak memaksakan diri berangkat di tengah situasi yang belum kondusif.

“Kami mengimbau kalau bisa tidak perlu berangkat dulu. Ditunda saja dulu daripada memaksakan diri, nanti sampai di sana justru tidak bisa kembali, kasihan jamaah,” tegasnya.

Ada 50 Travel Resmi

Di Balikpapan sendiri tercatat ada ratusan travel umrah yang beroperasi. Namun, hanya sekitar 50 travel resmi yang melaporkan data jamaahnya ke Kemenhaj. Kondisi ini menyulitkan pendataan apabila terjadi keadaan darurat.

“Repotnya, tidak semua travel melaporkan data jamaahnya. Padahal itu penting untuk monitoring dan perlindungan,” katanya.

Sementara itu, jamaah asal Balikpapan yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci masih ada.

Bahkan, menurut informasi, beberapa di antaranya dijadwalkan pulang dalam waktu dekat.

Namun, jumlah pasti jamaah yang berada di Arab Saudi belum terdata secara lengkap.

Informasi yang diterima dari pihak maskapai menyebutkan, penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah ke Indonesia masih dijadwalkan beroperasi besok.

Baca juga: Konflik AS-Iran Picu Ketidakpastian Penerbangan Umrah, Jemaah Asal Samarinda Waswas

Untuk maskapai lain dilaporkan menghentikan sementara penerbangan akibat situasi perang yang dinilai membahayakan jalur udara.

“Karena perang, jalur udara memang berisiko. Jadi beberapa maskapai memilih menghentikan sementara operasionalnya,” jelas Suharto.

Pihak Kemenhaj Balikpapan menegaskan akan menunggu pernyataan resmi dari Menteri sebelum mengambil langkah lanjutan. Untuk sementara, masyarakat diminta bersabar dan terus memantau informasi resmi dari pemerintah.

“Kita tunggu sampai menteri menyampaikan langsung ke daerah. Imbauan kami jelas, sebaiknya ditunda dulu sampai kondisi benar-benar aman,” tutupnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.