Iran Balas Kematian Ayatollah Khamenei, Ledakan Terdengar di Dubai dan Qatar Dua Hari Beruntun
Abd Rahman March 02, 2026 12:47 PM


TRIBUN-SULBAR.COM – Ledakan mengguncang sejumlah negara Teluk untuk hari kedua berturut-turut, Minggu, menyusul serangan balasan Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel  menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Dilansir dari Al Jazeera, ledakan terdengar di Dubai (Uni Emirat Arab), Manama (Bahrain), dan Doha (Qatar). 

Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Teluk yang selama ini dikenal relatif stabil di tengah ketegangan Timur Tengah.

Baca juga: Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Diklaim AS dan Israel, Pemerintah Tetapkan Berkabung 40 Hari

Baca juga: Iran-AS Makin Memanas, Arab Saudi Kirim Pesan ke Teheren

Saksi mata di Doha melaporkan mendengar beberapa ledakan keras disertai kepulan asap hitam tebal di selatan kota.

Gelombang ledakan juga mengguncang Dubai, dengan asap putih dari pencegatan rudal terlihat di langit, sementara asap hitam membumbung di kawasan Jebel Ali, salah satu pelabuhan tersibuk di kawasan tersebut.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab menyatakan tiga orang tewas dalam serangan tersebut, masing-masing warga Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. 

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Manama, Bahrain, meski belum ada laporan resmi terkait korban maupun kerusakan.

Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Iran meluncurkan 137 rudal dan 209 drone ke sejumlah target di Uni Emirat Arab, termasuk wilayah sekitar Palm Jumeirah dan Burj Al Arab di Dubai. Di Bandara Abu Dhabi, satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka akibat insiden tersebut. Bandara Dubai dan Bandara Kuwait juga terdampak.

Pejabat Qatar menyebut Iran menembakkan 65 rudal dan 12 drone ke wilayahnya pada Sabtu. 

Sebagian besar berhasil dicegat, namun 16 orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Di Yordania, sistem pertahanan udara mencegat rudal yang memasuki wilayah udara Amman dan wilayah utara negara itu. 

Sementara di Irak utara, sebuah drone dilaporkan jatuh di dekat Bandara Internasional Erbil, wilayah yang masih menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat sebagai bagian dari koalisi internasional melawan ISIS.

Hingga kini, situasi di kawasan Teluk masih memanas dan otoritas masing-masing negara terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan lanjutan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.