Fakta Terbaru Kasus Pembunuhan Siswi di Sikka, SG Ayah Tersangka Suruh Anaknya Kabur ke Ende
Gordy Donovan March 02, 2026 02:39 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Penyidik Satrskrim Polres Sikka, Mengungkap keterlibatan SG (47) dalam kasus pembunuhan dan persetubuhan yang melibatkan anak kandungnya yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka berinisial FRG (16). 

Polisi mengatakan, SG yang merupakan ayah kandung tersangka itu, menyuruh tersangka atau anaknya melarikan diri ke Kabupaten Ende usai anaknya menghabisi nyawa STN (14) siswi SMP MBC Ohe pada Jumat 20 Februari 2026.

"Anak pelaku ke Ende, karena disuruh oleh bapaknya, yang menyuruh pelaku ke Ende adalah saudara SG, lebih rinci kami tidak bisa jelaskan karena masih dalam konteks penyidikan,"kata PS Kanit Pidum Satreskrim Polres Sikka, Aiptu I Nengah Redi, saat konferensi pers di Mapolres Sikka, Senin 2 Maret 2026.

Dikatakan Polisi, sebelum FRG menghabisi nyawa korban, FRG melakukan hubungan badan dengan korban yang terjadi di dapur rumah milik pelaku. 

Baca juga: Keluarga Korban Pembunuhan Kecewa Kinerja Polres Sikka, Minta Bantuan Polda dan Mabes Polri

TKP di Rumah Tersangka

"Terkait tempat kejadian persetubuhan dan penganiayaan hingga korban meninggal dunia, TKPnya di dapur,"jelasnya. 

Meski ada keterlibatan SG sebagai saksi dalam kasus ini, namun SG dilepaskan Polisi karena berstatus sebagai saksi namun saat ini belum diketahui keberadaan SG karena polisi masih membutuhkan keterangan dari SG sabagai saksi. 

Maria Yohana Nona, ibu kandung korban pun kecewa dengan kinerja Polres Sikka yang melepaskan SG, saksi kasus pembunuhan siswi SMP MBC Ohe yang melibatkan anak kandungnya, yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka berinisial FRG (16). 

Yohana meluapkan kekecewaan kepada Polres Sikka karena tidak serius melakukan penanganan terhadap kasus yang menimpa anaknya. Menurutnya Polisi hanya mempermainkan keluarga korban dan mungkin karena keluarga korban miskin dan bodoh. 

"Saya sebagai ibunya, saya kecewa mulai dari kinerjanya dari Polsek Kewapante, dari Polres karena penanganan kasus anak saya sepertinya mungkin karena kami miskin, kami orang bodoh, mungkin dari situ mereka mau mempermainkan kami saja,"ujarnya. 

Yohana tak kuasa menahan tangis, Setelah mendengar kabar SG dilepaskan Polres Sikka karena statusnya sebagai saksi kasus pembunuhan putrinya. 

Ia pun menuntut keadilan atas musibah yang dialami anaknya agar anaknya mendapatkan keadilan seadil-adilnya. 

"Saya minta keadilan, seandainya kepolisian di maumere tidak menangani kasus anak saya tidak serius,  maka tolong bantuan Kapolda NTT dan Mabes Polri, Saya hanya minta keadilan anak saya, "ujarnya sambil menangis. 

Menurut ibu korban, anaknya memiliki berat badan 54 Kilogram dan tinggi 160 Centimeter sehingga Ia menduga masih ada pelaku lain yang memindahkan jasad anaknya dari rumah pelaku ke kali Watuwogat. 

Ia berharap Kapolda NTT dan Mabes Polri bisa mendengar keluh kesahnya untuk mencari keadilan atas musibah yang dialami anaknya. 

Diketahui, STN (14) merupakan anak ke tiga dari dua bersaudara pasangan dari Maria Yohana Nona dan Herman Yoseph. STN merupakan anak perempuan satu-satunya di dalam keluarga itu yang menetap di kampung Romanduru, Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang. 

Kini,Polres Sikka menetapkan FRG sebagai tersangka meninggalnya STN (14) siswi SMP MBC Ohe di Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, NTT. Sementara itu, SG (ayah) saksi kasus pembunuhan itu kabur dan sementara diburu polisi, Sejak Minggu 1 Maret 2026.(awk) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.