Jauh Sebelum Ada Tulisan, Manusia Purba Sudah Ciptakan Simbol ini 40 Ribu Tahu Lalu
GH News March 02, 2026 11:10 AM
Jakarta -

Tulisan pertama dalam sejarah peradaban manusia diyakini berasal dari Mesopotamia sekitar 3.500-an SM. Namun, sebuah studi baru menemukan manusia purba sudah menggunakan simbol pada 40.000 tahun lalu. Seperti apa wujudnya?

Sekitar 45.000 tahun lalu tepatnya pada masa Paleolitikum Atas, manusia modern bermigrasi ke wilayah Eropa Timur dan Tengah. Dalam perjalanan, mereka juga bertemu Neanderthal, penghuni lama Eropa.

Pada masa ini, manusia telah menciptakan benda-benda bergerak atau dapat dipindahkan seperti perkakas, patung kecil, dan peralatan yang diukir dengan gading, tulang, serta tanduk hewan. Selain itu, periode tersebut juga memperlihatkan selera seni dan budaya manusia purba yang disebut .

Peninggalan arkeologi ini dapat ditemukan pada situs bersejarah di Dordogne di Prancis, sistem gua di Swabia di Jerman, serta beberapa situs di Belgia. Benda-benda di sana dihiasi dengan rangkaian tanda geometris berulang.

Studi ini dipimpin oleh Dr Christian Bentz, seorang peneliti di Universitas Saarland dan Universitas Passau, dan Dr Ewa Dutkiewicz dari Staatliche Museen zu Berlin. Hasil temuan mereka diterbitkan pada 14 Januari 2026 di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).

Ukiran Menggunakan Gading hingga Tanduk

Penelitian ini menganalisis 260 artefak Aurignacian bergerak dari sekelompok situs gua di Jura Swabia. Sejumlah peralatan seperti manik-manik, alat musik, serta patung hewan dan manusia tampak diukir. Bentuknya terlihat seperti rangkaian titik, garis, salib dan bentuk geometri lainnya.

Semuanya diukir menggunakan gading, tulang, dan tanduk mammoth yang berusia sekitar 43.000 hingga 34.000 tahun lalu. Bahkan pada zaman itu, untuk pertama kalinya mereka membuat alat musik pertama berupa suling dari tulang dan gading gajah.

"Orang-orang yang mendiami gua-gua ini antara 43.000 dan 34.000 tahun yang lalu telah menghasilkan berbagai macam alat khusus untuk memotong daging, mengolah kulit hewan, dan membuat pakaian serta tali," ujar peneliti, dikutip dari Sci.news.

Simbol yang Mirip Protokuneiform

Hebatnya, para peneliti menemukan 3000 tanda geometris dari artefak yang ada, berkat teknologi komputasional dan teori informasi linguistik. Untuk mendapatkan informasi secara mendalam, mereka juga mengukur fitur pengulangan, ragam tanda, serta kepadatan informasi di dalamnya.

"Ada banyak teori, tetapi sampai sekarang hanya sedikit penelitian empiris yang dilakukan mengenai karakteristik dasar dan terukur dari tanda-tanda tersebut," kata Dr Bentz.

Tanda-tanda geometri yang ditemukan tidak memiliki makna yang sama dengan abjad modern. Orang pada masa tersebut berusaha, membuat kode lisan dalam simbol-simbol khusus untuk menyampaikan pesan tertulis.

Hal ini serupa dengan simbol yang digunakan dalam akuntansi tertua di era Mesopotamia, yaitu protokuneiform 5.500 tahun lalu. Inilah ciri khas Aurignacian yang mengkode-kodekan bahasa lisan ke dalam bentuk visual.

Patung-patung biasanya diukir menggunakan gading gajah, dan rangkaian tandanya memiliki makna yang lebih padat dan kompleks dibanding peralatan lain. Setiap simbol dibuat untuk subjek tertentu, misalnya titik-titik menggambarkan manusia dan kucing, salib menunjukkan mammoth dan kuda, dan tidak ada bentuk manusia.

Sistem yang Tidak Berkembang

Pola ini yang kemudian dilakukan dari generasi ke generasi yang berlangsung sekitar 10.000 tahun. Sistem penulisan menggunakan simbol ini bisa dikatakan stabil dan konsisten. Namun, sistem tersebut tidak pernah berkembang seperti protokuneiform seiring kompleksnya perekonomian kuno.

"Analisis kami menunjukkan bahwa rangkaian tanda ini tidak ada hubungannya dengan sistem penulisan saat ini, yang mewakili bahasa lisan dan dicirikan oleh kepadatan informasi yang tinggi," ujar Dr Bentz.

Pengulangan tanda-tanda geometri bukan dasar munculnya bahasa lisan tertulis meski memiliki kepadatan informasi mirip tablet protokuneiform. Temuan ini memperkuat gagasan sejumlah arkeolog yang mengatakan, sistem simbolik tidak muncul bersamaan dengan tulisan.

Simbol diduga hadir secara berkala yang dibuat untuk menggambarkan angka, peristiwa, dan pengetahuan sosial. Beberapa tanda mungkin diciptakan untuk mengidentifikasi musim, informasi perburuan, atau ritual.

Bisa dibilang, kemampuan kognitif mereka hampir sama dengan manusia modern sekarang. Sebab pada masa itu, mereka sudah mengenal cara mencatat informasi untuk disebarkan kepada orang lain. Simbol-simbol yang mereka buat mungkin berguna untuk bertahan hidup dan juga mengatur kelompoknya.

"Meskipun manusia modern dapat mengakses informasi dan transfer pengetahuan selama ribuan tahun yang tidak dapat diakses oleh manusia pada masa itu, secara anatomi, manusia Zaman Batu telah mencapai tahap perkembangan yang serupa dengan manusia modern," pungkas Dr Dutkiewicz.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.