Sosok Presiden ke-6 Iran Ahmadinejad, Dikabarkan Tewas dalam Serangan As-Israel
Lisna Ali March 02, 2026 12:22 PM

TRIBUNPALU.COM - Media Iran melaporkan kabar tewasnya Presiden ke-6 Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Laporan ini pertama kali dirilis oleh Iran Labour News Agency (ILNA) pada 1 Maret 2026, yang menyebutkan bahwa sang mantan pemimpin tewas di lokasi kejadian pada Sabtu (28/2/2026).

"Mahmoud Ahmadinejad, yang menjabat sebagai Presiden Iran dari tahun 2005 hingga 2013, tewas dalam serangan udara gabungan Israel-AS pada hari Sabtu (28/2/2026)." ungkap ILNA melalui keterangannya ke publik.

Operasi militer udara yang diberi sandi "Operation Epic Fury" tersebut menargetkan beberapa kompleks strategis yang dihuni oleh para pejabat tinggi negara di Teheran.

Sosok Ahmadinejad dilaporkan berada di dalam sebuah bangunan bersama sejumlah ajudan dan tim pengawal pribadinya saat rudal presisi menghantam area tersebut.

Baca juga: Ditemukan di Bawah Reruntuhan, Ini Kronologi Tewasnya Ali Khamenei oleh Bom AS

Saksi mata di lapangan melaporkan terjadi ledakan dahsyat yang meruntuhkan bangunan utama dan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur di sekitarnya.

Otoritas keamanan Iran segera menutup akses menuju lokasi guna mengevakuasi korban dan melakukan proses identifikasi jenazah di bawah pengawalan ketat.

Selain Ahmadinejad, serangan ini juga dikonfirmasi telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam rangkaian operasi udara yang bersamaan.

Laporan militer menyebutkan bahwa sejumlah perwira tinggi, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi, turut gugur dalam serangan terpisah.

Pemerintah Iran mengecam aksi tersebut dan melaporkan adanya korban dari kalangan sipil, termasuk anak-anak, akibat hantaman rudal di dekat pemukiman.

Di pihak penyerang, komando CENTCOM Amerika Serikat melaporkan tiga tentaranya tewas dan lima lainnya terluka dalam misi yang berlangsung selama beberapa jam itu.

Israel melalui pernyataan singkat mengklaim telah berhasil melumpuhkan puluhan komandan senior Iran yang dianggap sebagai ancaman keamanan di kawasan tersebut.

Baca juga: 43 Persen Warga AS Tolak Serangan yang Tewaskan Ali Khamenei, Sebut Trump Terlalu Gegabah

Lokasi Serangan ke Ahmadinejad

Laporan ini segera memicu perhatian luas mengingat sosok Ahmadinejad merupakan figur krusial dalam dinamika politik Timur Tengah selama masa jabatannya.

Pihak ILNA lebih lanjut menjelaskan rincian mengenai lokasi kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya, ILNA menyebutkan bahwa serangan gabungan Israel dan AS tersebut menargetkan kediaman Ahmadinejad di distrik Narnak di timur laut Teheran.

Serangan tersebut mengakibatkan kematiannya dan beberapa pengawalnya.

ILNA juga mengonfirmasi bahwa hingga saat ini, proses identifikasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.

Berdasarkan laporan dari berbagai media internasional, operasi serangan di kawasan Narnak tersebut diperkirakan berlangsung pada Sabtu malam (28/2/2026).

Sebagai catatan sejarah, sebelum memegang tampuk kepemimpinan tertinggi sebagai presiden, Ahmadinejad juga pernah menjabat sebagai gubernur provinsi Ardabil dan walikota Teheran.

Karier politiknya yang panjang membawanya menjadi salah satu tokoh konservatif paling vokal di Iran.

Setelah menyelesaikan dua masa jabatan sebagai pemimpin negara, perannya di pemerintahan tidak sepenuhnya berakhir.

Setelah ia menjabat dua periode sebagai pemimpin negara, Ayatollah Ali Khamenei, selaku pemimpin tertinggi di Iran kemudian menunjuk Ahmadinejad ke Dewan Ajudikasi, sebuah badan penasihat beranggotakan 48 orang yang memberikan saran kepada kantor Pemimpin Tertinggi.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.