Harga Karet di OKI Perlahan Naik Kini Diharga Rp 15 Ribu/ Kilo, Petani Harap Bisa Lebih Mahal Lagi
Sri Hidayatun March 02, 2026 01:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM KAYUAGUNG – Harga jual getah karet kering di sebagian wilayah di  Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) perlahan naik.

Beberapa lokasi seperti Kecamatan Mesuji Raya dan sekitarnya harga jual karet mingguan kini dibanderol di kisaran Rp 15.000 per kilogram.

Angka menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang menyentuh Rp 14.000 perkilo.

"Alhamdulillah di awal ramadan ini harga getah kembali naik menjadi Rp 15.000 perkilo. Atau naik sedikit dibandingkan  minggu lalu Rp 13.700," ujar Nawawi dihubungi pada Senin (2/3/2026) pagi.

Meski sedang ada kenaikan harga ini. Ia tetap waspada karena harga komoditas tanaman karet sering kali dapat berubah-ubah tanpa kepastian ataupun fluktuatif.

Menurutnya dalam beberapa terakhir, harga karet di pasaran bak roller coaster rentang antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 perkilogram.

Baca juga: Minggu Pertama Ramadan Harga Karet di Sebagian OKI Naik Rp 14.000 Perkilo, Namun Hujan Jadi Kendala

"Memang harga tidak menentu. Akhir tahun 2025 sempat naik Rp 15.000 dan awal Januari 2026 lalu saja sempat jatuh diangka Rp 10.000 perkilo. Jadi kenaikan kali ini sangat di syukuri," sambungnya.

Menjelang datangnya hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, mewakili petani karet Awi berharap harga akan terus meroket dan mampu memenuhi kebutuhan lebaran.

"Supaya bisa memenuhi keperluan keluarga saat lebaran nanti. Ya, kami pengennya harga jual karet di tingkat petani bisa lebih mahal atau sampai Rp 20.000 perkilonya," ujarnya, saat lebaran cukup banyak kebutuhan wajib dipenuhi.

Bagi petani seperti Awi, berapapun harga jual yang ditetapkan pasar, mereka terpaksa menerima demi bisa menyambung hidup keluarga.

"Karena pekerjaan memahat karet pendapatan utama dan satu-satunya. Jadi hasil inilah dipakai memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari, membiayai kebutuhan keluarga," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.