Jelang Lebaran, Pj Sekda Batang Ingatkan ASN Terima Parsel Jangan Disimpan, Lapor ke UPG.
muslimah March 02, 2026 01:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana apel pagi di halaman Kantor Bupati Batang, tak sekadar menjadi agenda rutin penyerahan SK kenaikan pangkat, Senin (2/3/2026)

Momentum itu berubah menjadi panggung penegasan integritas bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, secara tegas mengingatkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar disiplin melaporkan setiap bentuk gratifikasi yang diterima selama momentum Lebaran.

Menurutnya, budaya melapor bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk perlindungan diri bagi ASN.

“Manakala ada yang memberikan sesuatu, apakah itu barang ataupun uang, mohon untuk bisa dilaporkan ke UPG,” tegasnya.

Ia bahkan berkelakar menyinggung minimnya laporan gratifikasi di Kabupaten Batang. 

Sri berharap kondisi tersebut benar-benar karena tidak ada pemberian, bukan karena ada yang enggan melapor.

“Apakah memang tidak pernah dapat, Tetapi kalau ada, tolong dilaporkan. Atasan panjenengan melaporkan, kemudian diteruskan ke Inspektorat selaku koordinator UPG,” ujarnya.

Momentum tersebut juga menjadi hari membahagiakan bagi para CPNS yang resmi menerima SK sebagai PNS serta pegawai yang memperoleh kenaikan pangkat. 

Namun di balik euforia itu, Sri mengingatkan bahwa status sebagai PNS bukan sekadar soal hak, tetapi juga tanggung jawab moral yang besar.

Ia menekankan bahwa sistem penilaian kinerja kini semakin transparan dan terukur. 

Semua lini, mulai pimpinan hingga staf, dipantau dan dievaluasi secara berkala.

“Panjenengan dadi PNS, berarti duwe tanggung jawab lan kewajiban masing-masing. Semua sekarang dinilai kinerjanya,” ungkapnya.

Sri juga secara terbuka menyinggung praktik manipulasi absensi.

Dia mengaku sering berada dalam posisi sulit ketika harus memberikan penilaian kepada pegawai yang tidak disiplin.

“Kalau ada yang ‘ndobol’ absen tapi hanya absen, saya harus menilainya bagaimana,” ujarnya

Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa integritas tak hanya soal gratifikasi, tetapi juga kejujuran dalam hal-hal mendasar seperti kehadiran dan kinerja harian.

Menutup arahannya, Sri mengajak seluruh ASN, baik PNS, P3K, maupun pegawai paruh waktu, untuk mensyukuri status sebagai abdi negara dengan meningkatkan kualitas kerja.

Baginya, mempertahankan kinerja yang sudah baik adalah keharusan. 

Sementara memperbaiki yang masih kurang adalah tanggung jawab bersama.

Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa menjelang Lebaran, komitmen terhadap integritas dan profesionalisme justru harus semakin diperkuat.(ito)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.