Operasi Pasar Murah di Sentolo Diserbu Warga, Musira Rela Antre Satu Jam Demi Sembako
Hari Susmayanti March 02, 2026 02:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ribuan warga memenuhi halaman Kantor Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, pada Senin (02/03/2026).

Mereka datang demi bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga miring di Operasi Pasar (OP), Pasar Murah yang digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo.

Operasi Pasar (OP) Sembako adalah kegiatan penyaluran bahan pangan pokok (sembilan bahan pokok) yang dilakukan oleh pemerintah atau pihak berwenang langsung kepada masyarakat dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar.

Pantauan Tribun Jogja di lokasi sekitar pukul 08.37 WIB, antrean warga sudah memanjang dari halaman hingga mepet bangunan kantor. Banyak di antara mereka yang sengaja datang lebih awal ke sana.

Salah satunya adalah Musira. Ibu rumah tangga asal Kalurahan Salamrejo, Sentolo ini mengaku menunggu sekitar 1 jam untuk bisa membeli bahan pangan.

"Saya datang dari sebelum kegiatannya dimulai," katanya.

Setelah menunggu dan mengantre sekitar 1 jam, Musira akhirnya mendapatkan bahan pangan yang jadi kebutuhannya. Antara lain, minyak goreng, tepung terigu, beras, dan telur.

Ia mendapatkan bahan pangan tersebut dengan harga lebih murah. Info soal Pasar Murah sendiri diterimanya dari warga melalui aplikasi percakapan WhatsApp.

"Senang saya karena bisa dapat bahan pangan dengan harga lebih murah," ujar Musira.

Ia akan memanfaatkan bahan pangan yang dibelinya untuk kebutuhan sehari-hari. Jika masih mencukupi, bahannya juga akan digunakan untuk persiapan Hari Raya Idulfitri alias Lebaran.

Baca juga: MPBI DIY Buka Posko THR 2026, Sektor Informal dan Gig Economy Paling Rawan Pelanggaran

Penelaah Teknis Kebijakan, Bidang Usaha Perdagangan, Disdag Kulon Progo, Yoga mengatakan Sentolo jadi lokasi pertama pelaksanaan OP Pasar Murah.

"OP akan kami lakukan di 12 kapanewon, diawali di Sentolo hari ini dan berakhir di Temon pada 14 Maret nanti," jelasnya.

Menurut Yoga, di setiap lokasi pihaknya menyediakan sekitar 3,5 ton bahan pangan. Khusus komoditas beras, gula pasir, telur, tepung terigu, dan minyak goreng dijual dengan harga lebih murah dari pasar.

Sebab Disdag Kulon Progo memberikan subsidi harga dari sisi biaya transportasi. 5 komoditas tersebut masing-masing mendapat subsidi sekitar Rp 3 ribu dari harga pasaran.

"Kami juga menyediakan komoditas lain namun dengan harga normal," ujar Yoga.

OP Pasar Murah menjadi salah satu program rutin Disdag Kulon Progo setiap menjelang Hari Raya Idulfitri. Tujuannya untuk memastikan harga terkendali dan pasokannya tetap tersedia.

Yoga pun berharap OP Pasar Murah bisa membuat harga bahan pangan lebih stabil. Permintaan masyarakat pun tetap bisa terpenuhi.

"Lewat Pasar Murah ini, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan harga lebih murah," katanya.(alx)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.