BOLASPORT.COM - Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, mendapatkan kritik atas penampilan terbarunya bersama Ajax Amsterdam.
Pemain keturunan Kediri tersebut mengawal mistar De Godenzonen pada pekan ke-25 Liga Belanda di markas PEC Zwolle, Mac3 Park Stadion, Minggu (1/3/2026).
Laga itu merupakan penampilan kedua Maarten Paes sejak direkrut Ajax Amsterdam pada bursa Januari.
Setelah ditahan NEC Nijmegen 1-1 pada debutnya, Paes mewarnai laga kali ini dengan ukiran clean-sheet alias nirbobol.
Total dia melakukan dua penyelamatan dari dua upaya on target lawan.
Paes yang mengenakan topi guna menghindari silau pada babak kedua itu mengamankan tembakan Thijs Oosting dan pemain keturunan Indonesia sepertinya, Tristan Gooijer.
Akan tetapi, ada sebuah momen ketika mantan kiper FC Dallas itu nyaris melakukan blunder.
Tepatnya pada menit ke-65, Paes menerima operan pendek dari rekannya di wilayah sendiri.
Setelah mengontrol bola, Paes melepaskan tendangan dalam keadaan ditekan striker lawan, Younes Namli.
Bola pun memantul kaki Namli dan mengarah ke hadapan Koen Kostons, sesama penyerang Zwolle.
Untung bagi Paes, Kostons yang berada di depan gawang tanpa kawalan sama sekali gagal mengontrolnya secara baik.
Bola memantul lagi dan buru-buru disambar Paes guna mengamankan bola dan menebus kesalahannya.
Pandit sepak bola asal Denmark, Kenneth Perez, menilai penampilan kolektor 10 caps timnas Indonesia tersebut belum sesuai standar Ajax Amsterdam.
Dia bahkan secara brutal mengecap Paes sebagai pembuat onar.
Mantan kiper timnas U-21 Belanda itu disebut masih dilanda keraguan dalam mengambil keputusan.
"Mereka memiliki penyebab masalah terbesar di depan gawang dalam waktu yang lama," ucap Perez, yang pernah membela Ajax pada 2006-2007 dan 2008.
"Dia memainkan umpan-umpan paling gila dan yang sangat lemah."
"Anda harus memainkan umpan yang tepat atau tidak sama sekali. Itu selalu terjadi di Ajax."
"Dia belum pernah melakukan ini sebelumnya."
"Dia adalah penjaga gawang yang tidak perlu membangun permainan sebelum bergabung dengan Ajax," ucapnya, dikutip BolaSport.com dari Voetbal International.
Maarten Paes dinilai belum terbiasa dengan gaya permainan Ajax yang kerap membangun serangan dari belakang.
Imbasnya, Paes dianggap sering memainkan umpan-umpan berisiko dan dikritik karena mudah kehilangan penguasaan bola secara mudah.
"Hal itu tidak dapat diterima untuk seorang kiper Ajax," ucap pandit lain di kesempatan yang sama, Marciano Vink.
"Ajax kehilangan penguasaan bola 157 kali."
"Dalam pertandingan Eredivisie rata-rata untuk tim papan bawah, mereka kehilangan penguasaan bola 100 dan 120 kali."
"NAC mencatatkan 140 kali kehilangan penguasaan bola akhir pekan ini," tambah eks gelandang Ajax tersebut.
Toh, opini dua mantan personel De Godenzonen bertolak belakang dengan rapor performa individu Maarten Paes keseluruhan.
Sofascore memberinya ponten 8,3 atau yang terbaik dari semua pemain di partai tersebut.
Selain dua penyelamatan, Paes melakukan satu kali sapuan, dengan 32 dari 41 operannya akurat (78%).
Jumlah penyelamatannya bahkan lebih banyak saat melakukan debut kontra NEC pekan lalu.
Pemain beralias El Tembok kebobolan satu gol (1-1), tapi mementahkan 7 dari 8 percobaan lawan.
Oleh portal statistik yang sama, Paes diganjar nilai penampilan 7,8 saat menjamu NEC.