BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski ada pembatasan maupun pelarangan penerbangan untuk wilayah Timur Tengah, terkait konflik AS-Israel vs Iran, namun jemaah umroh asal Indonesia tidak terhambat menuju pulang ke tanah air.
Utami Dewi, Direktur Utama PT Albis Indonesia, Banjarbaru, mengatakan, belum ada info penundaan dari maskapai.
"Jemaah kami yang masih di Mekkah berjumlah 28 orang, dengan jadwal kembali tanggal 8 Maret, insyaa Allah," katanya.
Harapan Utami, semoga semuanya kembali kondusif, jemaah selamat beribadah maupun di perjalanan dan dunia damai.
Hj Gusti Barlian, TL (Tour Leader) Haramain Thoyyibah Wisata, mengatakan, Alhamdulillah pihaknya sedang di Mekkah dan aman-aman saja.
"Bunda ada bawa jema'ah 40 orang. Alhamdulillah kami kemarin city tour sekitar kota Makkah. Aman dan lancar saja," ujarnya.
Jadwalnya, pada 25 Maret rombongan Haramain Thoyyibah Wisata akan kembali ke banua.
Saridi MM, Ketua FK Patuh (Penyelenggara Travel Umrah dan Haji) Kalsel, mengatakan, selama ini belum ada data yang pasti ada atau tidaknya jemaah asal kalsel yang kena tedampak pada aturan penerbangan tersebut.
"Sejauh ini travel-travel yang berasal dari Kalimantan Selatan selalu menggunakan maskapai yang tidak melewati atau transit di negara terdampak yaitu negara UEA antara lain Doha-Qatar, Dubai-Emirates, Oman-Abudabi, Muscat-Etihad, Damam," jelasnya.
Baca juga: Konflik AS-Israel versus Iran Hambat Penerbangan, Bunda Vera Harapkan Doa dari Keluarga Di Kalsel
Bilamana memang ternyata ada yang menggunakan maskapai tersebut, dimungkinkan mereka bisa terdampak.
"Namun biasanya travel-travel yang berasal dari Kalsel sangat jarang menggunakan maskapai yang berasal dari negara UEA," kata Saridi.
Alhamdulillah, sambung Saridi, jemaah kita masih aman-aman saja karena memang kita menggunakan maskapai Garuda, Saudi Airlines, Lion, Batik maupun Air asia.
Sejauh ini belum ada regulasi dari maskapai yang akan melakukan suspend terhadap penerbangan mereka.
"Selama ini masih dalam kondisi normal, walau kita harus selalu update," tandasnya.
Berbeda jemaah asal Samarinda Kaltim, terpaksa menunda kepulangan ke Tanah Air, akibat jadwal penerbangan internasional mengalami gangguan.
Fahriah, jamaah asal Samarinda, Kalimantan Timur, saat dihubungi mengatakan, kepulangan rombongan terpaksa tertunda. Semula dijadwalkan terbang pada 1 Maret 2026 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah.
“Seharusnya kami sudah terbang tetapi karena situasi yang terjadi, jadwalnya ditunda. Kami hanya bisa bersabar. Yang terpenting, penginapan dan makanan tetap dijamin,” ujarnya.
Ia menambahkan, keluarga di Banjarmasin terus menanyakan kondisinya di Jeddah. Untuk menenangkan keluarga, Fahriah, rutin melakukan panggilan video agar semua saudara dapat melihat langsung keadaan dirinya dan rombongan.
“Saya dengan rombongan di Jeddah aman dan baik-baik saja,” tuturnya saat melakukan panggilan video.
Meski diliputi kekhawatiran akibat situasi geopolitik yang memanas, para jemaah memilih tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pengaturan jadwal kepulangan kepada pihak maskapai dan penyelenggara perjalanan, sembari berharap situasi segera kondusif agar dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)