9 Jemaah Umrah asal Jepara di Tanah Suci Dipastikan Aman di Tengah Perang Iran
rika irawati March 02, 2026 03:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara memastikan jemaah umrah yang beribadah di Tanah Suci dalam kondisi aman dan tak terpengaruh serangan Amerika Serikat ke Iran.

Saat ini, masih ada sembilan jemaah umrah asal Jepara yang berada di Tanah Suci.

Sementara, 27 jemaah lain dalam perjalanan pulang ke Tanah Air.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara Siti Zuliati mengatakan, jemaah umrah di Tanah Suci itu berangkat sebelum perang di Timur Tengah itu.

Mereka berangkat bersama Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) PT Buroq Haji dan Umroh Jepara.

Baca juga: Dua Pemuda di Jepara Dikeroyok Sekelompok Orang di Jalan Raya Jepara-Bangsri

Saat ini, kata Siti, pihaknya masih terus mendata jemaah umrah melalui PPIU.

"Masih ada jemaah yang di sana (Tanah Suci), belum saatnya pulang."

"Kondisinya dalam keadaan aman, hasil koordinasi kami dengan PPIU," terang Siti di Jepara, Senin (2/3/2026).

Sementara, 27 jemaah lain, sudah mulai diterbangkan dari Arab Saudi sejak Minggu (1/3/2026).

Mereka dijadwalkan tiba di Tanah Air hari ini, transit di Jakarta.

Siti mengatakan, jemaah umrah asal Jepara yang melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air juga dalam kondisi baik dan sudah melewati zona perang secara aman.

"Kondisinya di Makkah aman. Kami terus melakukan koordinasi dengan biro umrah," ujar dia.

Larangan Berangkatkan Jemaah Umrah

Zuliati menyebut, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sudah mengeluarkan imbauan resmi atas terjadinya konflik peperangan yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kemenhaj RI mengimbau kepada PPIU agar tidak memberangkatkan sementara jemaah umrah hingga kondisi membaik.

Baca juga: Kematian Ayatollah Ali Khamenei Diprediksi Jadi Titik Balik Timur Tengah, Indonesia Bisa Kena Imbas

Kemenhaj juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Keduataan Besar RI, dan beberapa pihak terkait untuk menjamin dan memastikan keamanan bagi semua jemaah umrah.

"Yang sudah berangkat (ke Tanah Suci), ada umrah paket Ramadan. Berangkat sebelum terjadi perang." 

"Saat ini, kami (Kantor Kemenhaj) tidak mengizinkan perjalanan umrah karena kondisi yang tidak memungkinkan."

"Koordinasi terus kami lakukan dengan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi terkait perkembangan kondisi di Arab Saudi."

"Keselamatan jemaah jadi prioritas kami," tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.