TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kredit UMUM di DIY tumbuh positif pada awal tahun 2026. Hal itu tercermin dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di DIY yang masih tumbuh.
KUR adalah program pembiayaan/kredit modal kerja dan investasi yang disubsidi oleh pemerintah untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang produktif namun belum memiliki agunan tambahan yang cukup.
Sementara pembiayaan Ultra Mikro (UMi) adalah program tahap lanjutan dari bantuan sosial yang dirancang khusus untuk memberikan akses permodalan bagi usaha mikro di lapisan terbawah (bottom of the pyramid) yang belum bisa menjangkau kredit perbankan (non-bankable).
Jika KUR biasanya melayani usaha yang sudah sedikit lebih mapan dengan plafon hingga ratusan juta, UMi menyasar pedagang kecil atau pengusaha rumah tangga yang membutuhkan modal sangat kecil.
Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran (PPA) II Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan DIY, Juli Kestijanti mengatakan penyaluran KUR di DIY hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp419,67 miliar. Debitur yang menerima pembiayaan KUR sekitar 8.026.
Ia menyebut penyaluran KUR DIY didominasi oleh UMKM di Kabupaten Sleman. Tercatat penyaluran KUR di Kabupaten Sleman sebesar Rp 131.34 miliar.
"Penyaluran terbesar di sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp151,94 miliar kepada 2.751 debitur," katanya, Senin (2/3/2026).
Selain KUR, penyaluran kredit UMi juga tumbuh. Pihaknya mencatat, penyaluran pembiayaan Umi di DIY hingga 31 Januari 2026 mencapai Rp70,33 miliar. Sebanyak 13.604 debitur menerima pembiayaan UMi.
Berbeda dengan KUR yang didominasi di Kabupaten Sleman, pembiayaan UMi tertinggi di Kabupaten Bantul yaitu Rp 3,89 miliar dengan 697 debitur.
Penyaluran UMi terbesar terdapat pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp3,49 miliar untuk 637 debitur.
"Permodalan Nasional Madani menjadi penyalur UMi tertinggi dengan capaian sebesar Rp3,16 miliar untuk 581 debitur," ujarnya.
Baca juga: Promo Ubisoft Publisher Sale 2026 di Steam: Diskon Game Populer Cocok Mabar
Penyaluran KUR dan pembiayaan UMi merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mengembangkan UMKM di DIY.
Melalui subsidi bunga KUR dan pembiayaan UMi, UMKM di DIY diharapkan mampu meningkatkan daya saing.
Secara umum, kinerja APBN DIY pun positif. Serapan belanja negara di DIY tercatat sangat tinggi, yakni mencapai Rp1.659,77 miliar atau 8,63 persen dari pagu anggaran per 31 Januari 2026.
Sedangkan pendapatan negara di lingkup DIY juga menunjukkan capaian positif sebesar Rp774,08 miliar atau sekitar 7,11 persen dari target.
"Kinerja positif ini membuktikan keberpihakan negara pada ekonomi daerah melalui pembiayaan Program Strategis Nasional lewat APBN. Selain mendorong pertumbuhan lokal, langkah ini merupakan upaya strategis untuk menjaga ketahanan fiskal agar tetap tangguh di tengah gejolak ekonomi dunia yang belum menentu," pungkasnya. (maw)