Iran Tak Kunjung Menyerah, Trump Kewalahan dan Kerahkan Bomber Siluman B-2
Firmauli Sihaloho March 02, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan ke fasilitas rudal balistik Iran.

Aksi militer tersebut menjadi sorotan karena melibatkan salah satu armada udara paling canggih yang dimiliki Washington.

Konfirmasi datang dari United States Central Command (CENTCOM) pada Minggu (1/3/2026), sebagaimana dikutip dari Anadolu.

Dalam operasi itu, pesawat siluman B-2 dilengkapi bom berbobot 2.000 pon atau sekitar 907 kilogram.

Serangan ini sekaligus menandai kali kedua pengerahan besar pesawat pengebom siluman B-2 terhadap Iran, mempertegas eskalasi ketegangan yang terus membayangi hubungan kedua negara.

Pada Juni lalu, pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan selama perang Israel-Iran yang berlangsung selama 12 hari.

Serangan itu diklaim AS telah menghancurkan fasilitas nuklir Iran.

Serangan terbaru ini merupakan bagian dari kampanye militer gabungan AS-Israel yang diluncurkan sejak Sabtu (28/2/2026).

Serangan itu menewaskan beberapa pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Teheran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan negara-negara Teluk.

Tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya luka parah sejak operasi dimulai.

Baca juga: Personil Polisi di Bengkalis Dipecat, Kapolres: Kalau Tak Sanggup, Ajukan Pensiun Dini

Baca juga: Bukan Sepeda, Kaesang Bagi Hadiah dalam Bentuk Emas: Pertanyaannya ke Santri Jadi Sorotan

Perang akan berlangsung hingga 4 minggu

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan, operasi militer di Iran bisa berlangsung selama empat minggu. 

"Prosesnya selalu memakan waktu empat minggu. Kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar empat minggu," katanya kepada surat kabar Inggris Daily Mail, dalam wawancara terbaru dari beberapa wawancara dengan media pada hari Minggu.

"Sekuat apa pun Iran, ini adalah negara yang besar, akan membutuhkan waktu empat minggu atau kurang," sambungnya.

Pasukan Iran telah merespons dengan rudal dan drone yang menghantam pangkalan militer AS, serta target lain di seluruh Timur Tengah.

Trump pun mendesak Iran untuk segera menghentikan serangannya.

"Sekali lagi saya mendesak Garda Revolusi, militer dan polisi Iran untuk meletakkan senjata," ujarnya, dikutip dari AFP.

"Ini akan menjadi kematian yang pasti. Ini tidak akan menyenangkan," sambungnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.