Israel Bombardir Lebanon Setelah Hizbullah Menyerang, 31 Orang Tewas dan 149 Terluka
Faisal Zamzami March 02, 2026 03:35 PM

 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon pada Senin (2/3/2026).

Serangan ini terjadi menyusul aksi Hizbullah yang menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, oleh serangan Amerika Serikat-Israel di Iran sebelumnya.

Pasukan Israel menargetkan berbagai lokasi di Lebanon, termasuk Beirut.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut serangan itu menargetkan anggota senior Hizbullah di Beirut dan Lebanon selatan.

"Tindakan Hizbullah memaksa IDF (tentara Israel) untuk bertindak melawannya," kata pihak militer Israel, seperti dikutip AFP.

Korban Jiwa dan Reaksi Pemerintah Lebanon

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 31 warga tewas dan 149 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, kementerian menyalahkan Hizbullah atas serangan ini.

Sementara itu, Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam aksi Hizbullah yang dianggapnya tidak bertanggung jawab dan membahayakan keamanan nasional.

"Tindakan ini memberi Israel alasan untuk menyerang Lebanon," ujarnya, tanpa menyebut nama kelompok tersebut secara langsung.

Baca juga: Hizbullah Tembakkan Rudal ke Pangkalan Israel di Haifa, Klaim Balas Kematian Ali Khamenei

Presiden Lebanon, Joseph Aoun, juga memperingatkan bahwa serangan dari wilayah Lebanon berpotensi menyeret negara itu ke dalam konflik regional.

Meski mengutuk serangan Israel, ia menegaskan perlunya menghindari tindakan yang bisa menjadikan Lebanon arena perang regional.

Evakuasi Warga dan Dampak Serangan

Warga di Lebanon selatan mulai mengungsi menggunakan mobil, beberapa membawa kasur yang diikat di atap kendaraan.

Israel mengeluarkan peringatan evakuasi massal bagi penduduk di sekitar 50 kota dan desa.

Serangan ini menambah ketegangan di tengah konflik Israel-Hizbullah yang berlangsung rutin meskipun ada gencatan senjata.

Hizbullah sendiri disebut telah melemah akibat keterlibatan dalam konflik mendukung Hamas, sementara Israel menegaskan bahwa serangannya ditujukan untuk menargetkan anggota kelompok tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.