Awalnya Deal Rp 20.000, Oknum Ojek di GBK Ini Malah Tagih Penumpang Rp 200.000: Emang Segini!
Amir M March 02, 2026 03:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang penonton konser di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat viral karena ditagih Rp 200.000 oleh pengemudi ojol padahal sudah sepakat Rp 10.000 per motor pada Senin (2/3/2026). 

Pengemudi itu ngotot dengan tarifnya, mengklaim “emang segini, saya biasa bawa penumpang ke Spark dari pintu utama GBK.”

Perdebatan sengit bahkan hampir memanas sebelum Pessyaa akhirnya membayar total Rp 75.000 untuk dua ojol.

Dilansir unggahan akun TikTok @anothrvz, penonton tersebut menceritakan keluh kesahnya.

"In this era, kenapa masih ada aja ya ojek yang tega bohongin customernya, pulang konser karena kaki keram sampe susah jalan, mutusin buat naik ojek ke parkiran dengan harga deal Rp 20.000 buat 2 orang (karena deket, cuma 6 menit dari pintu utama GBK ke Senayan Park). Pas nyampe ditagih 200.000 dengan segala playing victimnya," tulisnya.

Kompas.com mengonfirmasi unggahan tersebut kepada pemilik akun @anothrvz dan telah diizinkan untuk mengutip.

Pessyaa, penonton konser menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya.

Pessyaa bilang, peristiwa terjadi usai ia dan rekannya pulang menonton konser musik hari kedua pada Minggu (1/3/2026).

"Aku pulang nonton konser di Stadion Madya GBK. Karena aku stay dari siang ke malam di posisi puasa, jadi badan aku langsung kurang fit," ujar Pessyaa kepada Kompas.com.

"Ditambah sepertinya enggak memungkinkan kalau aku harus jalan kaki ke parkiran seberang Senayan Park (-+1km). Dan karena posisi padat, ponsel kami enggak sinyal, baru ada sinyal pas di Senayan Park," jelasnya.

Sehingga saat itu Pessyaa dan rekannya memutuskan untuk memakai jasa ojek online.

Ojek yang dipilih adalah yang memakai jaket ojol berwarna hijau dan berada di dalam area GBK.

Menurut Pessyaa, ojek yang memakai jaket ojol saat itu banyak yang ada di area dalam GBK.

Bahkan dengan aktif mereka mencegat penonton yang baru pulang menonton konser.

Pessyaa menuturkan, saat itu dia sudah menyebutkan harga ojol sebesar Rp 10.000.

Pengemudi ojol pun menyatakan kalau tarif ojek tidak akan jauh berbeda dengan layanan aplikasi.

"Terus kita deal buat bayar Rp 10.000, total Rp 20.000 untuk dua motor. Tapi di perjalanan, ojek aku (yang ada di video) bilang 'Saya ojek baru kak di sini, nanti harganya tanyain aja ya sama yang depan (abang ojek yang bawa partnerku)' " jelas Pessyaa.

"Feelingku di sini sudah enggak enak, makanya aku berkali-kali mention 'Sesuai kesepakatan ya 10.000' " jelasnya.

Ditagih Rp 200.000 menggunakan QRIS

Tidak sampai 3 menit, dua ojek yang mengantar Pessyaa dan rekannya sudah sampai ke tujuan.

Tiba-tiba pengemudi ojek langsung mengeluarkan QRIS dengan biaya tagihan Rp 200.000.

"Dia bilang 'Harganya emang segini, saya biasa bawa penumpang ke Spark dari pintu utama GBK juga tarifnya 200.000, semuanya sama' " tutur Pessyaa.

"Pokoknya mereka jadi ngotot buat dibayar Rp 200.000. Karena aku kekeh enggak mau, akhirnya mereka kalah di uang Rp 50.000 yang saya kasih," lanjutnya.

Uang Rp 50.000 itu diberikan kepada pengemudi ojol yang membawa rekan Pessyaa.

Menurutnya, uang itu diserahkan lantaran pengemudi ojek yang membawa rekannya bersikeras meminta bayaran Rp 200.000.

"Itu pun dengan debatan panjang yang memungkinkan bakal main fisik. Terus dia pergi," ungkap Pessyaa.

"Lalu, ojek yang bawa aku minta bayaran lagi, dia teriak-teriak bilang 'Kok saya enggak dibayar?' seolah-olah aku penumpang yang kabur enggak mau bayar," katanya.

Saat itu, Pessyaa hampir mengalah dan menawarkan Rp 10.000-20.000 kepada pengemudi ojek yang membawanya.

Namun, pria yang mengemudikan ojek tidak mau. Pengemudi ojek itu tetap meminta dibayar Rp 50.000-100.000.

Baca juga: Viral Driver Ojol Usai Tolak Penumpang SMP Big Size, Temui Orang Tua Siswa dan Minta Maaf

Viral oknum pengemudi ojek menagih bayaran Rp200.000 kepada warga yang naik ojek sepulang menonton konser di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2026).
Viral oknum pengemudi ojek menagih bayaran Rp200.000 kepada warga yang naik ojek sepulang menonton konser di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (1/3/2026). (TikTok/@anothrvz)

Panggil petugas keamanan

Pessyaa melanjutkan, saat itu temannya membantu mengomunikasikan soal uang pembayaran kepada pengemudi ojol.

Sementara Pessyaa sendiri memanggil petugas keamanan (sekuriti) GBK.

"Aku setuju buat nyelesai-in di posko (pos keamanan) kalau emang dia enggak mau nerima Rp 20.000 ini, tapi dia enggak mau, kekeh minta Rp 50.000-100.000," kata Pessyaa.

"Sekuriti pun bilang 'Bayar aja, ini kan masalahnya kalian enggak pesan di aplikasi'. padahal sudah dijelasin kronologi dari awal gimana (perjanjian tarif Rp 10.000)," jelasnya.

Akhirnya, ia memberikan uang sebesar Rp 25.000 untuk pengemudi ojek tadi.

Sehingga total uang yang diberikan kepada dua ojol adalah sebesar Rp 75.000.

Pessyaa mengaku sudah ikhlas dengan uang yang diberikan. Hanya saja ia merasa sakit hati telah ditipu pengemudi ojol.

"Aku sakit hati aja diginiin dengan oknum yang mungkin sudah berkali-kali buat aksi kayak gini," tegasnya.

Merespons kejadian ini, Kepala Divisi Humas, Hukum dan Administrasi GBK, Asep Triyadi mengatakan akan menelusuri kejadian terlebih dulu.

Ia juga berjanji kejadian itu akan menjadi bahan evaluasi.

"Kami akan telusuri dulu terkait ini yang tentunya akan menjadi bahan evaluasi untuk ke depan seperti apa," ujar Asep saat dihubungi Kompas.com.

Dia juga akan menghubungi operator ojol agar kejadian tidak terulang kembali.

"Termasuk menghubungi operator ojol dimaksud, agar kondisi seperti ini tidak terulang kembali di kawasan GBK," tambahnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.