Konflik Perang AS Vs Iran Meluas, Israel Gantian Serang Lebanon, Targetkan Benteng Hizbullah
Khistian Tauqid March 02, 2026 03:39 PM

TRIBUNBATAM.id - Amerika Serikat dan Israel ternyata belum puas dengan hanya melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran.

Padahal, serangan AS-Israel tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026).

Ternyata Israel gantian menyerang Hizbullah di seluruh Lebanon sebagai aksi balasan, pada Senin (2/3/2026) pagi.

Pasalnya, kelompok militan Lebanon itu meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel.

Sebenarnya serangan yang dilancarkan Hizbullah sebagai respons dari kematian Khamenei.

Mengutip The Guardian, militer Israel mengatakan bahwa Hizbullah telah lama menjadi salah satu sekutu utama Iran di Timur Tengah.

Beberapa wilayah di Israel terkena serangan drone milik Hizbullah.

Berdasarkan kesaksian, Israel terus-menerus melakukan serangan terhadap wilayah Lebanon.

Termasuk di ibu kota Lebanon, Beirut, yang diserang oleh militer Israel.

Diungkapkan kepada Reuters, sumber di keamanan Lebanon menyebut Israel menyerang benteng Hizbullah.

Baca juga: Para Pejabat Israel Sembunyi Gegara Rudal Iran, Begini Respons Netanyahu

Masih mengutip The Guardian dan Al Jazeera, berikut poin-poin penting lainnya terkait konflik di Timur Tengah:

Trump Ingin Perang Habis-habisan

Donald Trump memperingatkan pada Minggu (1/3/2026) bahwa operasi tempur di Iran terus berlanjut dan akan berlangsung sampai semua tujuan AS tercapai.

Ia membenarkan operasi tersebut dengan mengatakan, “Rezim Iran yang dipersenjatai dengan rudal jarak jauh dan senjata nuklir akan menjadi ancaman mengerikan bagi setiap warga Amerika. Saya sekali lagi mendesak Garda Revolusi, polisi militer Iran, untuk meletakkan senjata dan menerima kekebalan penuh atau menghadapi kematian yang pasti.”

Trump mengatakan kepada Fox News bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan tersebut.

“Ini berjalan lancar. Ini berjalan cepat. Ini sudah seperti ini selama 47 tahun,” kata Trump.

“Tidak ada yang percaya dengan keberhasilan yang kita raih. Empat puluh delapan pemimpin tewas dalam satu serangan.”

PERANG AS VS IRAN - Serangan Israel menghantam sekolah dasar putri di Minab, Hormozgan, Iran Selatan, pada Sabtu (28/2/2026).
PERANG AS VS IRAN - Serangan Israel menghantam sekolah dasar putri di Minab, Hormozgan, Iran Selatan, pada Sabtu (28/2/2026). (Istimewa/x/@araghchi)

Serangan drone di Pangkalan Militer Inggris

Serangan drone yang diduga menghantam RAF Akrotiri (pangkalan Inggris di Siprus) dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Inggris.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah PM Inggris Keir Starmer mengatakan pihaknya telah mengizinkan AS menyerang situs rudal Iran dari pangkalan Inggris, sementara para pejabat merencanakan operasi penyelamatan besar-besaran bagi warga negara Inggris di Teluk.

Harga Minyak Melonjak

Harga minyak melonjak dan pasar saham berada di bawah tekanan pada Senin (2/3/2026) setelah serangan AS–Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran akan gangguan ekonomi global yang signifikan.

Minyak mentah Brent melonjak hingga 13 persen dalam perdagangan awal, mencapai 82 dolar AS per barel, tertinggi dalam 14 bulan, karena penutupan efektif Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan global terpenting.

Baca juga: Perang Amerika vs Iran Bisa Berlangsung 4 Minggu, Donald Trump Ditentang AS

Korban di Pihak AS

Tiga anggota militer AS tewas dalam aksi sebagai bagian dari operasi militer AS terhadap Iran, kata Komando Pusat AS pada Minggu.

Ini merupakan kematian pertama yang dikonfirmasi sejak AS mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu.

Trump memperingatkan melalui video di Truth Social bahwa kemungkinan akan ada lebih banyak korban.

Korban Sipil di Iran

Jumlah korban tewas akibat serangan rudal terhadap sekolah perempuan di Iran selatan meningkat menjadi hampir 150 orang, menurut media pemerintah Iran.

Sekolah tersebut, yang dihantam pada Sabtu pagi, disebut sebagai peristiwa dengan korban massal terburuk sejauh ini dalam kampanye pengeboman yang dipimpin AS–Israel terhadap Iran.

Gangguan Penerbangan

Perang tersebut menyebabkan gangguan besar pada industri penerbangan dan rencana ratusan ribu pelancong di Timur Tengah dan sekitarnya.

Negara-negara di kawasan itu menutup wilayah udara mereka, sementara tiga bandara utama yang menghubungkan Eropa, Afrika, dan Asia menghentikan operasinya.

Serangan baru Israel

Israel telah mengeluarkan perintah pengungsian untuk sekitar 53 kota dan desa di Lebanon, memaksa ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka pada malam hari.

Israel juga mengumumkan gelombang serangan baru di “jantung Teheran”, dengan penduduk melaporkan ledakan besar di ibu kota Iran.

Negara Lain yang Terdampak

Setidaknya satu orang tewas di Bahrain akibat serangan balasan Iran, sementara ledakan juga dilaporkan terjadi di pangkalan AS dekat ibu kota Irak, Baghdad.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, membantah klaim media AS bahwa ia telah melakukan upaya baru untuk melanjutkan pembicaraan nuklir dengan AS.

AS, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran di kawasan tersebut serta menegaskan hak mereka untuk membela diri.

(TribunBatam.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.