TRIBUNNEWS.COM - Michael Carrick telah menjalankan tugasnya dengan begitu baik sebagai pelatih Manchester United sejak menggantikan Ruben Amorim pada Januari lalu.
Ia membawa Manchester United meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan (1 seri) di semua kompetisi. Empat di antaranya mereka dapatkan ketika berlaga di Old Trafford.
Satu-satunya hasil imbang yang diraih Man United saat bertandang ke London melawan West Ham.
Hasil tersebut menimbulkan dampak yang luar biasa, baik secara luas dari perasaan pendukung maupun untuk masa depan klub.
Manchester United saat ini berada di peringkat 3 klasemen Liga Inggris dengan koleksi 51 poin.
Jumlah tersebut sama dengan Aston Villa, namun tim berjuluk Setan Merah itu lebih produktif dalam mencetak gol.
Selain itu, kemenangan yang baru-baru ini diraih Man United atas Crystal Palace juga akan melahirkan rekor baru untuk Carrick.
Man United awalnya tertinggal lebih dulu karena gol Maxence Lacroix pada menit keempat.
Namun kegigihan serta dominasi Bruno Fernandes dan kolega tidak terelakkan hingga mencetak dua gol balasan dalam 45 menit babak kedua lewat penalti Bruno (57') dan gol Benjamin Sesko (65').
Michael Carrick berjarak satu kemenangan kandang lagi dari catatan Frank O'Farrel pada tahun 1971.
Frank ketika itu berhasil membawa Man United memenangkan lima laga kandang pertamanya secara berturut-turut dalam enam pertandingan pertamanya.
Catatan itu bisa terjadi pada matchday 30 mendatang, saat Man United menjamu Aston Villa di Old Trafford (15/3), dan itu akan adalah laga kesembilan Carrick bersama Setan Merah.
Sebelum menghadapi Aston Villa, Man United akan bertandang ke St James Park untuk menghadapi Newcastle (5/3).
Di tahun 2026, Man United tercatat sebagai tim di Liga Inggris yang mendapatkan poin paling banyak.
Sebanyak 19 poin dari 21 poin maksimal yang bisa mereka dapatkan.
Carrick telah mengumpulkan 23 poin dalam 9 pertandingan Liga Inggris sebagai pelatih, tujuh kemenangan dan dua kali seri.
Dua laga lainnya tercipta pada periode pertamanya menjadi pelatih interim.
Ini adalah awal yang terbaik setelah sembilan laga mana pun oleh pelatih Inggris lainnya, bersamaan dengan Ange Postecoglou yang juga berhasil mengumpulkan 23 poin.
Jika performa Man United dapat konsisten dengan tembok pertahanan yang kokoh dan lini serang yang atraktif dan produktif, tidak ada keraguan untuk memberikan bonus kepada Carrick.
Bonus yang dapat berupa kontrak permanen karena mengingat statusnya saat ini sebagai pelatih interim.
Terlebih jika ia berhasil membawa Man United finis di zona Liga Champions atau 4 besar klasemen Liga Inggris.
(Tribunnews.com/Sina)