3 Pekan Bertugas di Mahulu, Kompol Djoko Purwanto Akui Akses Jalan jadi Kesan Tersendiri
Budi Susilo March 02, 2026 05:08 PM

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Sosok Kompol Djoko Purwanto, (47) kini resmi mengemban tugas sebagai Wakapolres Mahakam Ulu sejak awal Februari lalu.

Perwira menengah Polri ini sudah kurang dari satu bulan bertugas di wilayah paling hulu Kalimantan Timur ini.

Djoko Purwanto merupakan putra daerah yang lahir dan besar di Balikpapan, menempuh pendidikan SD hingga SMA di kota tersebut sebelum masuk kepolisian pada 1998 dan lulus pada 1999.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Balikpapan.

Kariernya terus berkembang dengan mengikuti sekolah Inspektur Polisi Perwira pada 2008, melanjutkan S2 di Surabaya dan lulus pada 2012, serta menempuh pendidikan SESPIMMA pada 2017 saat masih berdinas di Provinsi Kalimantan Utara.

Baca juga: MBG di Mahakam Ulu Belum Berjalan, Pemerintah Fokus Keamanan Pangan untuk Cegah Keracunan

Usai SESPIMMA, ia berpindah penempatan ke Polda Kaltim seiring terbentuknya Polda Kaltara.

Menurutnya, kepindahan itu menjadi momen yang patut disyukuri karena bisa kembali lebih dekat dengan keluarga.

Sebelum menjabat Wakapolres Mahakam Ulu, Djoko sempat bertugas di Polda Kaltim, kemudian menjadi Kabag Ops Polresta Balikpapan selama 1 tahun 9 bulan dan Kapolsek Balikpapan Barat.

Pengalamannya di wilayah pedalaman juga tidak sedikit.

Ia pernah bertugas di Kutai Barat selama kurang lebih empat tahun, menjabat Kapolsek Melak selama dua tahun dan Kapolsek Bentian Besar sekitar 1 tahun 10 bulan saat masa pandemi Covid-19.

Selain itu, ia juga pernah berdinas di Malinau, Kalimantan Utara, serta menjadi Kapolsek Sebatik di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja Mahakam Ulu Tak Masuk PPPK, BKPSDM Siapkan Skema PJLP

Djoko mengaku tidak terlalu asing dengan karakter wilayah Mahakam Ulu yang relatif sepi dan jauh dari perkotaan.

Namun, kesan paling berkesan baginya selama kurang lebih tiga pekan bertugas adalah kondisi akses jalan menuju Mahulu.

“Walaupun sudah tembus jalan dari Kubar ke Mahakam Ulu, kalau habis hujan atau saat hujan jalan ini sulit sekali,” ujarnya pada Senin (2/3/2026).

Ia menceritakan pengalamannya menggunakan jalur darat beberapa waktu lalu, perjalanan dilakukan pada malam hari dan rombongannya mendapati sejumlah kendaraan terjebak di jalan berlumpur menunggu ditarik.

Bahkan saat kembali dari Kutai Barat usai kegiatan audit, kendaraan yang ditumpanginya sempat termundur di daerah Gunung Betuan karena jalan licin usai hujan.

“Kita ulangi iuga tadi pelan pelan tidak laju, karena kalau lajukan bisa slip,” jelasnya.

Meski demikian, Djoko menegaskan dirinya sudah terbiasa bertugas di wilayah pedesaan dan terpencil karena dalam perjalanan panjang pengabdiannya tantangan wilayah bukan hal baru sebagai anggota Polri selama 27 tahun. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.