Amandemen UUD 1945 Kelima Jadi Pesan Mendalam Try Sutrisno Sebelum Wafat, Titipkan Harapan untuk RI
Sekar KinasihBambang March 02, 2026 06:42 PM

– Kepergian Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno menyisakan sebuah cerita mendalam tentang kecintaan seorang patriot terhadap konstitusi negaranya.

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkap bahwa sang mantan Wakil Presiden sempat menitipkan pesan khusus terkait amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Muzani menceritakan, keinginan kuat itu disampaikan Try Sutrisno dalam sebuah pertemuan hangat saat momen Lebaran tahun lalu.

Di mata Muzani, almarhum bukan sekadar tokoh bangsa, melainkan pejuang sejati yang hingga napas terakhirnya masih mencurahkan seluruh tenaga demi masa depan Indonesia.

“Beliau pernah ngomong kepada kami pada saat lebaran tahun yang lalu, beliau ingin sebelum meninggal ada amandemen Undang-Undang Dasar ’45 yang kelima dan beliau ingin itu dilakukan sebelum beliau wafat,” ungkap Muzani dengan nada haru usai prosesi salat jenazah di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Demi Jaga Persatuan Bangsa
Bagi Try Sutrisno, amandemen kelima bukan sekadar perubahan teks hukum, melainkan instrumen untuk memperkokoh persatuan.

Di usia senjanya, sosok yang dikenal bersahaja ini sangat menaruh perhatian pada nilai-nilai kegotongroyongan dan keberlanjutan bangsa.

“Beliau sangat concern terhadap persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan kegotongroyongan. Beliau ingin amandemen itu dilakukan untuk menjaga persatuan dan menjamin kelangsungan Indonesia ke depan yang lebih baik,” lanjut Muzani.

Konsistensi almarhum dalam memikirkan isu kebangsaan tidak pernah luntur, bahkan ketika kondisi fisiknya mulai menurun.

Semangat inilah yang membuat pimpinan MPR merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menindaklanjuti harapan tersebut.

Jadi Bahan Kajian
Amanat yang dititipkan setahun lalu itu kini menjadi catatan penting bagi lembaga tertinggi negara tersebut.

Muzani menegaskan bahwa pesan tersebut tidak akan dibiarkan berlalu begitu saja dan terus menjadi bahan pertimbangan dalam setiap kajian strategis MPR.

“Itu saya camkan betul sebagai pimpinan MPR ketika itu. Sampai sekarang, apa yang dipikirkan oleh almarhum terus dilakukan melalui kajian-kajian lebih lanjut,” tegasnya.

Sebagai informasi, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno mengembuskan napas terakhirnya pada Senin pagi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Setelah disalatkan dengan penuh khidmat di Masjid Sunda Kelapa, jenazah sang pejuang diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta, untuk dimakamkan melalui upacara militer secara kenegaraan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.