TRIBUNPEKANBARU.COM - Iran langsung menutup Selat Hormuz setelah mendapat serangan udara dari AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) lalu yang menewaskan pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Dilaporkan Anadolu Agency, militer Iran juga telah menyerang sebuah kapal tanker karena melanggar perintah untuk tidak melintas di Selat Hormuz pada Minggu (1/3) .
Terkait penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur nadi minyak dunia, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat mengumpulkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa pemanggilan para pembantu Presiden Prabowo ini merupakan respons atas ancaman terganggunya pasokan minyak global yang berpotensi memukul kebutuhan dalam negeri.
"Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia," ujar Bahlil usai menghadap Presiden di Istana.
Baca juga: Sepakat Kerja Sama dengan AS, Tiga Negara di Eropa Ini Bersiap untuk Ikut Perang Hadapi Iran
Bahlil menekankan bahwa pembahasan ini menjadi sangat krusial karena berpacu dengan waktu menjelang libur Lebaran.
Indonesia, yang masih bergantung pada impor minyak mentah, harus memastikan rantai pasok tidak terputus di tengah jalan agar aktivitas mudik masyarakat tidak terganggu.
"Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran. Kita harus antisipasi sekarang karena menyangkut kebutuhan dalam negeri," tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.
Sebagai tindak lanjut, Bahlil akan segera menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa besok.
Rapat tersebut bertujuan menyusun skema mitigasi guna menahan efek domino jika harga minyak dunia melonjak drastis akibat konflik bersenjata tersebut.
"Nanti, saya besok insyaallah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan (kembali ke Presiden)," jelasnya.
Tak hanya energi, sektor pangan juga menjadi atensi serius.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam rapat terbatas tersebut menyatakan tengah menyiapkan laporan terkait sektor pangan, termasuk penguatan distribusi melalui Koperasi Desa Merah Putih.
Kehadiran para menteri kunci di Istana ini menandakan Pemerintah RI tengah dalam mode siaga satu untuk memastikan "dapur" dan "tangki kendaraan" rakyat tetap aman meski Timur Tengah sedang membara.
( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )