Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyarankan metode “first come, first in” untuk mencegah kepadatan di pelabuhan dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK, Jakarta, Senin.

Menurutnya, apabila didasarkan pada waktu para pemudik membeli tiket kapal dan kemudian harus masuk sesuai dengan tanggal yang ada di tiket kapal, maka akan menimbulkan potensi penumpukan di pelabuhan.

"Jadi, di puncak arus mudik, kami mohon izin kepada stakeholder (pemangku kepentingan) terkait, siapa yang datang duluan, dia langsung masuk kapal. Oleh karena itu, mohon juga ada kebijakan-kebijakan terkait dengan hal-hal yang menyangkut penyeberangan," katanya.

Pemimpin Korps Bhayangkara itu juga mengatakan bahwa salah satu yang menjadi perhatian dalam pengamanan dan pelayanan arus mudik dan balik adalah wilayah Banten.

Wilayah tersebut, kata dia, nantinya akan menjadi titik para pemudik dari pulau Jawa menyeberang ke pulau Sumatera.

Oleh sebab itu, disusun skema penerapan situasi hijau, kuning, dan merah pada tiga pelabuhan di Banten, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan BBJ.

Ia menjelaskan, pada Pelabuhan Merak, situasi hijau untuk antrean dalam keadaan normal. Kemudian, situasi kuning untuk antrean kendaraan sampai dengan SPBU Cikuasa Atas. Lalu, situasi merah manakala antrean kendaraan sampai dengan Gerbang Tol Merak.

Berikutnya, Pelabuhan Ciwandan juga menerapkan pengaturan yang sama dengan situasi hijau, kuning, dan merah.

Sedangkan di Pelabuhan BBJ yang dikhususkan untuk truk tangki, truk tronton dan alat berat, Polri juga membagi situasi yang sama.

Situasi hijau pada saat arus lancar, situasi kuning pada saat kendaraan sampai dengan pintu masuk pelabuhan, dan situasi merah pada saat buffer zone di PT SMI dan di Jalan Lingkar sudah tidak bisa menampung.

Diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.

Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.