Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan jam paling rawan kecelakaan saat masa mudik dalam rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral terkait kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Gedung STIK-PTIK, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi kecelakaan (anev laka), kecelakaan paling banyak terjadi pada rentang waktu 09.00 hingga 12.00 dengan total 532 kejadian.

Waktu itu dinilai rawan karena meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan, baik untuk bekerja, perjalanan antar kota, maupun mobilitas harian.

"Selain faktor kepadatan lalu lintas, kondisi pengemudi juga dinilai berpengaruh terhadap meningkatnya angka kecelakaan pada jam tersebut,” ucapnya.

Selain itu, berdasarkan evaluasi, penyebab kecelakaan paling dominan adalah gagal menjaga jarak aman dengan jumlah sebanyak 1.156 kasus. Penyebab lainnya adalah lalai memperhatikan kendaraan di depan serta faktor kecepatan.

"Kelelahan dan mengantuk saat berkendara masih menjadi faktor yang sering memicu kecelakaan, terutama pada perjalanan jarak jauh,” ucapnya.

Lebih lanjut, pemimpin Korps Bhayangkara itu juga mengungkapkan bahwa hasil analisis menunjukkan angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan.

Berdasarkan hasil evaluasi, jumlah kecelakaan tercatat turun 31,43 persen, sementara angka korban meninggal dunia menurun hingga 53,24 persen.

Selain itu, korban luka berat turun 7,19 persen, dan luka ringan berkurang 27,85 persen dibanding periode sebelumnya.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan masih adanya jam rawan kecelakaan.

“Meski terjadi penurunan, kepolisian menilai masih ada waktu-waktu tertentu yang menjadi titik rawan kecelakaan dan perlu mendapat perhatian serius," katanya.

Ia mengatakan, hasil analisis ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kepolisian dalam meningkatkan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, terutama menjelang periode mudik dan arus balik yang diperkirakan memiliki mobilitas tinggi.

Sosialisi dan edukasi kepada masyarakat akan terus digencarkan agar angka kecelakaan bisa ditekan lebih rendah pada tahun 2026. Upaya tersebut meliputi kampanye keselamatan, pengawasan di titik rawan, serta peningkatan patroli di jam-jam yang dinilai memiliki risiko tinggi kecelakaan.

Diketahui, Polri bakal menggelar Operasi Ketupat mulai tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026 dengan mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia”.

Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan bagi masyarakat yang melaksanakan mudik Lebaran.