Kemenhaj Sulawesi Tenggara Imbau Masyarakat Tunda Sementara Rencana Keberangkatan Umrah
Sitti Nurmalasari March 02, 2026 07:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) diminta untuk menunda sementara rencana keberangkatan umrah.

Hal ini merupakan imbauan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sultra.

Penundaan keberangkatan umrah ini, menyusul situasi yang belum kondusif di kawasan Timur Tengah akibat konflik antara Israel-Amerika Serikat versus Iran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Sultra, Muhammad Lalan Jaya, mengatakan, imbauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Haji Indonesia.

Lalan meminta masyarakat yang berencana melaksanakan ibadah umrah dalam waktu dekat, agar terus memantau situasi terkini dan mengikuti kebijakan pemerintah.

Baca juga: Konflik Israel-AS Vs Iran Memanas, Jemaah Umrah Sulawesi Tenggara Masih Aman Gunakan Direct Flight

Termasuk opsi penundaan atau penjadwalan ulang keberangkatan hingga kondisi dinilai benar-benar aman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menunda atau menjadwal ulang keberangkatannya sampai situasi di Timur Tengah lebih kondusif,” katanya.

Bagi jemaah yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah, Lalan Jaya meminta agar tetap tenang dan fokus beribadah.

Lalan juga menegaskan agar pihak travel memastikan koordinasi intensif dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

Yaitu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kantor Urusan Haji, Konsulat Jenderal, maupun unsur terkait lainnya.

Baca juga: Waspada Umrah Murah! Kemenhaj Sulawesi Tenggara Imbau Cek Legalitas dan Pastikan Tiket Penerbangan

Menurutnya, langkah tersebut krusial untuk memastikan seluruh jemaah umrah khususnya dari Sultra dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat.

“Kami berharap seluruh jemaah tetap tenang, dan travel terus berkoordinasi dengan perwakilan pemerintah agar kepulangan jemaah berjalan aman,” ujar dia. 

Sebagai informasi, sebanyak 58.000 lebih jemaah umrah asal Indonesia dilaporkan masih tertahan di Arab Saudi.

Hal tersebut merupakan imbas pecahnya perang Iran vs Israel-Amerika Serikat sejak Sabtu (28/2/2026).

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha mengatakan, puluhan ribu jemaah tersebut kini berada di berbagai hotel di Arab Saudi.

Baca juga: Tips Memilih Travel Umrah dari Kemenag Sulawesi Tenggara, Waspada Tak Muncul di Aplikasi Satu Haji

Situasi ini terjadi setelah sejumlah koridor udara internasional ditutup, sehingga banyak maskapai membatalkan penerbangan demi keselamatan penumpang.

Pemerintah tengah mengupayakan pemulangan jemaah dengan berkoordinasi intensif bersama PPU serta otoritas penerbangan sipil internasional.

Sejumlah opsi pun disiapkan, mulai dari pengalihan rute, penjadwalan ulang penerbangan, hingga kemungkinan evakuasi khusus.

Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi juga dilakukan terkait perpanjangan akomodasi jika masa tunggu jemaah berlangsung lama. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.