Dulu Jadi Mualaf Demi Cinta, Titik Balik Angelina Sondakh Baru Dimulai saat Hidup di Sel Penjara
Achmad Maudhody March 02, 2026 08:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dulu jadi mualaf demi cinta, titik balik Angelina Sondakh baru dimulai dari sel penjara.

Aktris kawakan Angelina Sondakh kini dikenal sebagai pribadi yang muslimah.

Sudah bertahun-tahun, Ia istikamah mengenakan hijab saat tampil di luar rumah.

Aktivitasnya pun kini banyak dihabiskan menghadiri acara-acara kajian agama.

Meski begitu, kehidupan demikian bukan secara tiba-tiba dilakukan.

Hal ini terungkap kala Angelina mengenang momen saat memutuskan jadi seorang mualaf.

Ia mengucap dua kalimat syahadat sebelum dinikahi oleh mendiang Adjie Massaid pada 2009 silam.

Di masa awal jadi pemeluk Islam, Angelina Sondakh mengakui masih jauh dari pemahaman agama. Saat itu, Ia hanya mengikuti keinginan mendiang Adjie.

“Yang pasti saya jadi mualaf gara-gara cowok ganteng, gara-gara Mas Adjie Massaid. Tapi pada saat itu ya ikut aja, seikut-ikutnya aja. Artinya kalaupun salat ngelihat Mas Adjie Salat tuh ya udah ngikutin gerakannya aja gitu,” ujarnya dikutip dari Hafiz Indonesia, Senin (2/3/2026).

Wanita yang kerap disapa Angie itu juga mengungkapkan bahwa proses menuju pernikahannya tidak berjalan mudah. Ia menyebut Adjie sempat beberapa kali melamar dirinya.

“Karena kan Mas Adjie itu tiga kali melamar ke saya dan tiga-tiga kalinya ditolak oleh almarhum Ayah saya. Kata Mas Adjie ‘kayaknya harus pakai cara lain deh’. Ketibaan pokoknya ada Pak Ustad, ada penghulu. Aku langsung jadi mualaf, baca kalimat syahadat dan langsung nikah,“ tuturnya.

Baca juga: Rasakan Gejala Tak Biasa, Kondisi Rahim Chelsea Olivia Sebelum Jalani 4 Tindakan Operasi Dibeberkan

Ia mengakui bahwa saat itu keputusannya masuk Islam semata-mata karena cinta. Ia belum benar-benar merasakan makna spiritual dari agama yang dianutnya tersebut.

“Pada saat itu masuk Islam hanya untuk laki-laki ganteng (Adjie Massaid), enggak ada jiwanya, enggak ada hatinya. Artinya kalau Mas Adjie ngajakin Salat subuh ikut-ikut aja tapi enggak merasa ‘oh ini agama enak, tenang, damai‘ enggak ada gitu,“ ungkapnya.

Hidupnya mulai berubah drastis setelah sang suami meninggal dunia. Ujian demi ujian datang silih berganti dalam kehidupannya.

“Tapi ketika Mas Adjie meninggal, kemudian mungkin di situlah kehidupan saya berubah. 3 bulan setelahnya saya kena kasus dan yang membuat saya harus menjalani 10 tahun di dalam penjara,“ lanjutnya.

Masa-masa awal menjalani hukuman di penjara belum sepenuhnya mengubah dirinya. Ia mengaku masih menjalani ibadah sekedarnya saja.

“Di dalam sana (penjara) 4 tahun masih biasa-biasa saja, artinya yaudah kalau salat ya salat. Tapi akhirnya ketika saya merasa bahwa saya teriak juga percuma, saya marah juga enggak ada yang terdampak, saya nangis jejeritan juga enggak ada yang peduli,“ katanya.

Dalam kondisi terpuruk tersebut, wanita berusia 48 tahun ini mulai merenungi hidupnya. Ia menyadari bahwa kemarahan dan kesedihan tidak akan mengubah keadaan.

“Terus duit makin hari makin habis, Keanu (anaknya) semakin hari semakin mengerti. Nah, kayaknya di situ akhirnya saya Alhamdulillah ditaruh di sel besar. Saya mulai belajar tahajud,” katanya.

“Saat saya tahajud ternyata ada seseorang teman kamar yang bilang ‘Mbak Angie pengin baca Al-Quran yang benar enggak?’ jadi alhamdulillah ada yang ngajarin, ada yang nuntun,” lanjutnya.

Pertemuan dengan teman satu sel tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Ia mulai belajar membaca Al-Qur’an dengan benar dan lebih sungguh-sungguh.

“Pertolongan Allah sungguh dekat dan saya merasakan bahwa Allah tuh dekat banget. Akhirnya, saya merasa bahwa kalau saya dekat Allah juga dekat. Di situlah mungkin akhirnya benar-benar Cahaya itu datang,” jelasnya.

Sejak saat itu, ia merasakan perubahan besar dalam dirinya. Ia mulai menjalani ibadah dengan hati yang lebih tenang dan penuh kesadaran.

Keinginan untuk menghafal Al-Quran pun tumbuh perlahan. Ia memulainya dari kebiasaan membaca setiap hari.

“Awal menghafal (Al-Quran) ketika di sel, saya baca tiba-tiba pas lagi one day one juz ‘kok saya udah bisa enggak ngeliat Al-Quran’. Bahwa ternyata Al-Quran itu untuk memberi petunjuk, kalau kita jalanin petunjuknya, Allah Rahmati dan Allah kasih kabar gembira,” tutupnya.

Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Ia percaya bahwa kedekatan dengan Allah menjadi sumber kekuatan terbesarnya.

Tak Kapok Pernah Berpolitik

Aktris sekaligus mantan politisi Angelina Sondakh tak menyesali keputusannya untuk terjun ke dunia politik meskipun kariernya berakhir dengan hukuman penjara selama 10 tahun.

Bagi Angie, sapaan akrabnya, politik bukanlah sesuatu yang kotor. Justru Angelina Sondakh memandang politik sebagai alat yang mulia, asalkan dimainkan oleh orang yang tepat.

"Oh enggak, enggak, enggak. Politik itu harusnya kalau terdistribusikan dan dimainkan oleh orang-orang yang baik InsyaAllah hasilnya baik juga," ujar Angelina Sondakh di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, dikutip dari Grid.id, Kamis (18/9/2025).

Angie melihat bahwa kesalahan tidak terletak pada politik itu sendiri, melainkan pada individu yang menyalahgunakan kekuasaan.

"Politik itu tuh tidak jangan selalu dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif. Kan ini masalahnya di pemainnya," tegasnya.

Meskipun demikian, Angelina tidak naif. Ia mengakui bahwa tantangan terbesar bagi orang yang ingin tetap lurus di dunia politik adalah melawan sistem yang sudah terlanjur korup.

Menurutnya, perlawanan itu bukan sekadar melawan individu, melainkan melawan budaya kolektif yang telah menormalisasi praktik-praktik kotor.

"Ini kan sistem ya. Yang dilawan itu bukan hanya manusianya yang dilawan itu adalah sistem. Dan yang dilawan itu adalah kolektivitas," jelasnya.

Alih-alih kapok, pengalaman pahitnya justru memperkuat keyakinannya bahwa politik membutuhkan lebih banyak orang baik.

Bahkan, jika suatu saat nanti putranya, Keanu Massaid, ingin terjun ke dunia yang sama, Angie tak akan melarang.

"Saya enggak pernah melarang Keanu tuh untuk beraktivitas baik secara politik nantinya pun, karena kalau misalkan orang-orang yang baik ini enggak ada dalam politik, siapa lagi ya?" tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.