TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hingga hari ini lima penerbangan ke wilayah Timur Tengah yakni Dubai, Doha dan Abu Dhabi dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih dibatalkan.
Pembatalan ini mengakibatkan seribu lebih penumpang, dengan lima penerbangan ke tujuan tersebut terdampak dan tidak tahu harus bagaimana. Seperti salah satu calon penumpang Emirates, bernama Jeremy asal Brazil.
"Saya hanya ingin tahu seperti apa penerbangan saya dan beri tahu saya saja, karena saya tidak bisa tinggal di sini lagi (tinggal di Bali). Tapi tidak ada yang dapat menjawab itu saya hanya kesal tentang itu," ujar Jeremy saat ditemui di sela antrean untuk mengurus kejelasan penerbangannya, Senin 2 Maret 2026.
Dan penerbangannya malam ini dari Bali ke Dubai, menggunakan Emirates pun dibatalkan pihak maskapai karena kondisi keamanan di sana tidak memungkinkan melakukan penerbangan.
Padahal Jeremy telah menyusun jadwal perjalanan, di mana dari Dubai ke Turki lalu baru pulang ke negara asalnya yakni Brazil.
Baca juga: WARNING Peredaran Narkoba di Nusa Penida, dalam Sepekan Tiga Pelaku Ditangkap!
Baca juga: KISAH Heroik Kru Kapal Bantu Persalinan di KMP Satria Nusantara Saat Tiba di Pelabuhan Ketapang!
"Rencana saya kemarin adalah penerbangan saya ke Dubai dan Turki. Saya akan tinggal di sana selama tujuh hari, dan kemudian baru melakukan penerbangan ke Brasil. Baru saja saya meninggalkan hotel di sana (hotel di wilayah Badung), dan semua rencana saya berantakan. Dan mereka berkata anda harus menunggu di sini, tidak ada yang bisa dilakukan," tutur Jeremy dengan nada dan ekspresi kecewa karena pesawatnya malam ini dibatalkan.
Sebagai bentuk kompensasi atau tanggung jawab maskapai, terhadap penumpang yang terdampak pihak Emirates memberikan fasilitas menginap gratis satu malam di hotel.
Tetapi pria berbadan besar dan tinggi ini menegaskan, tidak membutuhkannya karena harus sesegera mungkin meninggalkan Bali dan tiba di Brazil.
"Aku akan menginap dua malam lagi (di Bali). Dan mencoba memesan penerbangan ke Brasil sekarang," ucap Jeremy yang sudah 12 hari berada di Bali.
Berbeda dengan Jovan penumpang Emirates lainnya, asal Serbia ia dengan santai tidak terlalu kebingungan mencari alternatif penerbangan lain pulang ke negaranya.
"Mereka menunda penerbangan dan menempatkan penumpang di hotel. Jadi mereka berharap kita bisa terbang besok, tapi saya rasa itu tidak mungkin. Jadi mereka mungkin akan memperpanjang situasi ini hari demi hari sampai kita bisa terbang lagi," imbuh Jovan.
Dengan kondisi force majeure seperti sekarang bukan masalah, dan dengan senang hati akan tetap tinggal sementara waktu atau memperpanjang masa liburannya di Bali.
"Rencana aku tinggal di Bali (perpanjang liburan), jadi bagiku itu bukan masalah. Aku bisa tinggal di sini. Cukup cari penerbangan dan kemudian aku bisa pergi. Aku akan lihat apa yang akan kulakukan," ungkapnya.
Ia pun bersyukur dari maskapai memberikan kompensasi, satu malam menginap di hotel dan tidak akan dilewatkannya.
"Mereka menawarkan menginap satu malam di hotel untuk saat ini. Menginap sampai besok, berharap besok dapat terbang jika masih dibatalkan saya perpanjang masa menginap di hotelnya," kata Jovan.
Sementara itu sejak Sabtu (28/2/2026) hingga Senin (2/3/2026) hari ini, terdapat belasan penerbangan dibatalkan dampak memanasnya konflik di Timur Tengah.
“Hingga Senin 2 Maret 2026 pukul 13.00 WITA, terdapat total 15 penerbangan rute internasional terdiri dari 8 keberangkatan dan 7 kedatangan yang mengalami pembatalan penerbangan,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi.
Adapun rincian jadwal penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal tersebut adalah sebagai berikut:
Keberangkatan:
1. Emirates EK369 STD 19.50 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) canceled atau dibatalkan.
2. Etihad Airways EY477 STD 18.45 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH) dibatalkan.
3. Qatar Airways QR963 STD 20.30 WITA (28 Februari) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH) dibatalkan.
4. Qatar Airways QR961 STD 02.10 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Doha (DOH) dibatalkan.
5. Emirates EK399 STD 00.25 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan.
6. Emirates EK369 STD 19.50 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan.
7. Etihad Airways EY477 STD 18.45 WITA (1 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Abu Dhabi (AUH) dibatalkan.
8. Emirates EK399 STD 00.25 WITA (2 Maret) rute Denpasar (DPS) ke Dubai (DXB) dibatalkan.
Kedatangan:
1. Etihad EY476 STA 11.35 WITA (1 Maret) rute Abu Dhabi (AUH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
2. Emirates EK368 STA 16.30 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
3. Emirates EK398 STA 22.20 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
4. Qatar Airways QR960 STA 22.50 WITA (1 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
5. Qatar Airways QR961 STA 05.10 WITA (2 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
6. Emirates EK368 STA 16.30 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
7. Emirates EK398 STA 22.20 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dibatalkan.
"Namun demikian, dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal," jelasnya.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.
Selain itu kami terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaharuan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
“Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang, di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan,” ungkap Gede Eka Sandi.
Adapun penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut, telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk lima pesawat udara dari tiga maskapai penerbangan yang terdampak.
"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara, untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan," jelasnya.
Pihaknya turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional, serta layanan contact center yang dapat diakses melalui sambungan telepon dengan nomor 172 untuk pembaharuan informasi.(*)