Ceramah Ustaz Muyassir saat Buka Puasa Bersama Gubernur Sulut YSK: Ramadan Adalah Bulan Persatuan
Rizali Posumah March 02, 2026 10:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bulan suci Ramadan bukan sekadar ritual ibadah individu bagi umat Muslim, melainkan momentum untuk mempererat tali persaudaraan serta momen untuk berbagi dengan sesama.

Pesan ini sebagaimana yang disampaikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Manado, Ustaz Muyassir Arif, M.Pd, dalam kegiatan buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). 

Acara yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Rumah Dinas Gubernur (Gubernuran) Sulawesi Utara, Bumi Beringin, Manado, pada Senin (2/3/2026).  

Di hadapan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, serta tokoh masyarakat dan segenap hadirin yang hadir, Ustaz Muyassir menyebut bahwa Ramadan adalah bulan komitmen persatuan. 

"Kita mengharapkan bertemu dengan Ramadan oleh karena inilah bulan persaudaraan. Bulan komitmen persatuan," ujar dia. 

Ustaz Muyassir menjelaskan, esensi dari ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa.  

Di mana dalam hal ini, takwa tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah personal semata. 

"Karakter orang bertakwa bukanlah yang paling banyak sujudnya atau paling panjang puasanya saja. Sebagaimana disinggung dalam Al-Qur'an, orang bertakwa adalah mereka yang selain menjaga hubungan dengan Allah SWT, juga senantiasa menjaga hubungan baik dengan sesama manusia," ujar Ustaz Muyassir. 

Dirinya menambahkan bahwa salah satu ciri khas dari ketakwaan adalah kedermawanan.  

Orang yang bertakwa adalah mereka yang gemar berinfak (mengeluarkan sebagian harta untuk membantu orang lain dengan kerelaan) dan membantu sesama, baik dalam keadaan lapang maupun sempit. 

Bahkan Ibnu Masud (salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sangat mencintai Al-Qur'an. Salah seorang yang pertama memeluk Islam) mengatakan: Rasul (Muhammad) itu manusia paling dermawan, tapi kedermawanannya meningkat selama bulan ramadan, lebih baik daripada angin yang berhembus. 

"Apa yang dimaksud angin yang berhembus itu? Yaitu tidak pilih kasih. Ketika mau berbagi, tidak pilih-pilih, tidak bertanya-tanya siapa yang pantas dan tidak pantas untuk diberi, tidak selektif dalam memberikan bantuan. Rasul Muhammad SAW ketika memberikan bantuan, siapapun yang butuh langsung dikasih, tidak ditanya anda Muslim atau bukan," jelas dia. 

Hal ini, menurutnya, adalah perwujudan dari apa yang dinamakan Ukhuwah Islamiyah  (Solidaritas sesama umat Islam) dan Ukhuwah Insaniyah (Solidaritas dan kasih sayang terhadap sesama manusia) 

Untuk itu, Ustaz Muyassir mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momen untuk berbagi, sebagainana yang telah dicontohkan oleh Rasul Muhammad SAW. 

Dirinya lantas mengutip hadis (Sabda Nabi Muhammad) riwayat Imam At-Tirmidzi mengenai besarnya pahala memberi makan orang yang berpuasa. 

"Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun," ujar dia. 

Terpantau turut hadir dalam kegiatan buka puasa ini yakni Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay, Sekprov Sulut Denny Mangala, Politisi dan Tokoh Bolnong Raya Aditya Anugrah Moha, Anggota DPRD Sulut dari PDIP Ruslan Abdul Gani, Sulhan Manggabarani anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong). 

Hadir pula para aktivis, sejumlah tokoh masyarakat dan media seperti Baso Affandi, Pemred Tribun Manado Jumadi Mappaganro dan perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat serta ASN dan Pejabat di lingkup Pemprov Sulut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.