Kultum Ramadan oleh Abdullah Iskak Ketua Lazisnu PCNU SURABAYA
Bismillahirrahmanirrahim.
Saudara kaum muslimin wal muslimat di mana pun berada. Pada hari ini kita berada, bahkan sudah di pertengahan bulan suci Ramadan, suatu bulan yang begitu mulia. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menjadi pribadi-pribadi muslim yang senantiasa memiliki kemuliaan di hadapan Allah SWT.
Salah satu jalan untuk menuju pribadi muslim yang mulia tersebut, mari kita mulai dari diri kita untuk taat dan sadar melaksanakan perintah Allah menunaikan ibadah zakat. Zakat bukan sekadar kewajiban ritual belaka. Namun zakat memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadikan kita semua memiliki kepedulian sosial terhadap sesama.
Zakat itu sendiri disyariatkan kepada kita, umat Rasulullah Muhammad SAW, untuk membersihkan diri kita dan membersihkan harta kita. Tidak sebatas itu saja. Justru zakat itu sendiri merupakan suatu prioritas bagi kita untuk mengikis sifat-sifat kikir dan juga sifat-sifat materialistis terhadap harta kita yang telah diamanahkan oleh Allah untuk kita bagikan kepada sesama.
Oleh karena itu, sahabat muslim di mana pun berada, mari kita saling berbagi dengan sesama, sebab di antara harta kita ada hak untuk fakir dan miskin. Sebagaimana Allah SWT telah memerintahkan kepada kita dalam Surah At-Taubah ayat 103, ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.
Zakat merupakan kepedulian sosial dan merupakan jembatan sosial yang menghubungkan antara yang kaya dan yang miskin. Dengan harta kita itu dapat mengurangi kesenjangan serta mampu membantu fakir miskin dalam hal pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya, seperti untuk memenuhi kehidupan sehari-hari berupa bekerja dan makan sehari-hari.
Sebab tidak jarang di antara kita hidup dalam keadaan berkelebihan, tetapi tetangga kita mengalami kelaparan. Yang demikian itu Rasulullah SAW sangat-sangat tidak menyukainya. Oleh karena itu, Rasulullah pun pernah bersabda: Laisa al-mu’minu alladzi yasyba’u wa jaruhu ja’i’un ila janbihi. Tidak beriman seseorang yang dirinya kenyang sementara tetangganya dalam kondisi kelaparan.
Oleh karena itu, saudara muslim yang senantiasa dirahmati Allah, mari kita tunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal, dengan penuh keikhlasan. Jadikan zakat sebagai berkat antarumat. Jadikan zakat sebagai solusi konkret atas permasalahan ekonomi yang kita hadapi. Dengan zakat kita berbagi kebahagiaan. Dengan zakat kita saling meringankan beban sesama. Sehingga akan tercipta masyarakat yang adil, sejahtera, dan saling menguatkan.
Bagaimana kita membantu sesama dengan program Dikdaya agar umat senantiasa merasakan hasil dari zakat nantinya untuk bisa menumbuhkan perekonomian umat dengan menciptakan lapangan pekerjaan.
Oleh karena itu, yang terakhir saya mengharapkan kepada seluruh warga, khususnya dan umumnya kaum muslimin dan muslimat, mari kita berlomba-lomba untuk sadar mengeluarkan zakat. Sebab dengan zakat yang kita keluarkan akan benar-benar tercipta rahmatan lil ‘alamin di lingkungan kita semua.
Mari kita berusaha semaksimal mungkin bagaimana mengubah nasib mustahik yang serba kekurangan akan tumbuh menjadi seorang muzakki, menjadi seorang munfiq yang bisa bersedekah. Itulah harapan kita di bulan Ramadan ini, mengubah pribadi kita yang enggan berzakat. Kita salurkan zakat kita kepada lembaga-lembaga atau badan-badan zakat yang benar-benar sah, baik secara hukum negara ataupun hukum syariat.
Agar zakat kita tepat sasaran dan sesuai dengan harapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, serta memiliki sasaran yang tepat untuk kepedulian sosial, salurkan zakat, infak, dan sedekah Anda.
Misalnya, melalui lembaga Lazisnu yang merupakan lembaga amil zakat, infak, dan sedekah milik Nahdlatul Ulama (NU).
Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita untuk senantiasa peduli kepada sesama. Dan akhirnya semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima seluruh amal ibadah kita dan ibadah puasa kita. Ibadah di bulan Ramadan ini benar-benar menjadikan kita sebagai pribadi-pribadi yang bertakwa kepada Allah.
Akhirnya kami akhiri, lebaran tak lengkap kalau tidak ada ketupat. Jangan jadikan pahala puasamu tidak terangkat karena kita lalai menunaikan ibadah zakat.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca juga: Kultum Ramadan: Takwa Tidak Hanya Spiritual, tetapi Juga Sosial