21 Jemaah Umrah asal Jepara di Tanah Suci Dipastikan Aman di Tengah Perang Iran
rika irawati March 02, 2026 09:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara memastikan jemaah umrah yang beribadah di Tanah Suci dalam kondisi aman dan tak terpengaruh serangan Amerika Serikat ke Iran.

Saat ini, masih ada 21 jemaah umrah asal Jepara yang berada di Tanah Suci.

Mereka berangkat melalui PT Buroq Haji dan Umroh dan baru tiba di Tanah Suci pada Sabtu (28/2/2026) untuk menjalankan rangkaian ibadah umrah.

Puluhan jemaah umrah asal Jepara itu dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada 9 Maret mendatang.

Hal ini dikonfirmasi Direktur PT Buroq Haji dan Umroh Jepara, Haizul Ma'arif, Senin (2/3/2026).

Haizul mengatakan, jemaahnya tiba di Madinah di hari yang sama ketika serangan terhadap Iran terjadi.

Meski begitu, semua jemaah dipastikan mendarat dengan selamat.

"Pas waktu terbang (ke Tanah Suci), terus ada perang. Alhamdulillah bisa landing di Madinah dengan aman."

"Saat ini bisa khusuk ibadah, rencana pulang ke Tanah Air 9 Maret," terangnya.

Baca juga: Dua Pemuda di Jepara Dikeroyok Sekelompok Orang di Jalan Raya Jepara-Bangsri

Haizul yang juga pengurus pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) mendapat kabar bahwa ada beberapa rombongan jemaah umrah asal Indonesia yang tertahan di Arab Saudi belum bisa pulang.

Terutama, jemaah yang melakukan penerbangan dengan sistem transit di beberapa negara terdampak, semisal Qatar, Dubai di Uni Emirat Arab (UEA), dan beberapa lokasi lain.

"Kami gunakan pesawat direct (langsung) dengan pesawat Saudi Airlaines."

"Kalau transit di Qatar, Dubai, dan beberapa lokasi lain, banyak (penerbangan) yang di-cancel," ujar dia.

Sebagai bagian dari Asosiasi Amphuri, Haizul mendata, baru ada laporan masuk 21 jemaah umrah asal Jepara yang masih berada di Arab Saudi.

Jumlah tersebut baru dilaporkan oleh satu biro perjalanan haji dan umrah yang ada di Kota Ukir.

Komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak terkait terus dilakukan guna menjamin keselamatan jemaah hingga pulang ke Tanah Air dalam keadaan sehat dan selamat.

"Jemaah kami, 21 orang, rencana pulang ke Tanah Air pakai Qatar Airliness."

"Nah, penerbangan dari Qatar sementara ditutup sejak 28 Februari."

"Mudah-mudahan, dalam waktu dekat, sudah dibuka lagi."

"Semoga, besok atau lusa bisa lebih aman."

"Kalau pun terjadi force majeure, prinsip kami akan gunakan dengan maskapai lain," ujar dia.

Baca juga: Kematian Ayatollah Ali Khamenei Diprediksi Jadi Titik Balik Timur Tengah, Indonesia Bisa Kena Imbas

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Jepara Siti Zuliati mengatakan, pihaknya masih terus mendata jemaah umrah melalui PPIU.

"Masih ada jemaah yang di sana (Tanah Suci), belum saatnya pulang."

"Kondisinya dalam keadaan aman, hasil koordinasi kami dengan PPIU," terang Siti di Jepara, Senin.

27 Jemaah Pulang

Selain 21 jemaah umrah tersebut, kata Siti, ada 27 jemaah lain dari Jepara yang mulai diterbangkan dari Arab Saudi sejak Minggu (1/3/2026).

Mereka dijadwalkan tiba di Tanah Air hari ini, transit di Jakarta.

Siti mengatakan, jemaah umrah asal Jepara yang melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air juga dalam kondisi baik dan sudah melewati zona perang secara aman.

"Kondisinya di Makkah aman. Kami terus melakukan koordinasi dengan biro umrah," ujar dia.

Larangan Berangkatkan Jemaah Umrah

Zuliati menyebut, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia sudah mengeluarkan imbauan resmi atas terjadinya konflik peperangan yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Kemenhaj RI mengimbau kepada PPIU agar tidak memberangkatkan sementara jemaah umrah hingga kondisi membaik.

Kemenhaj juga senantiasa berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Keduataan Besar RI, dan beberapa pihak terkait untuk menjamin dan memastikan keamanan bagi semua jemaah umrah.

"Yang sudah berangkat (ke Tanah Suci), ada umrah paket Ramadan. Berangkat sebelum terjadi perang." 

"Saat ini, kami (Kantor Kemenhaj) tidak mengizinkan perjalanan umrah karena kondisi yang tidak memungkinkan."

"Koordinasi terus kami lakukan dengan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi terkait perkembangan kondisi di Arab Saudi."

"Keselamatan jemaah jadi prioritas kami," tegasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.