Amalan Nuzulul Quran di Malam 17 Ramadan, Lengkap dengan Keutamaan dan Bacaan Doa
khairunnisa March 02, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Simak sederet keutamaan dan amalan yang bisa dilakukan di malam Nuzulul Quran.

Nuzulul Quran merupakan peristiwa penting bagi Umat Islam yang diperingati setiap 17 Ramadan. 

Momen ini diperingati untuk mengenang peristiwa turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Nuzulul Quran dijelaskan dalam Surat Al Baqarah ayat 185.

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)." 

Sehubungan dengan itu, banyak masyarakat Muslim yang mulai mencari informasi kapan waktu Nuzulul Quran 2026?

Mengacu pada penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriyah yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka 17 Ramadan bertepatan pada 7 Maret 2026 mendatang. 

Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bogor Hari Ini 1 Maret 2026, Cek Juga Jadwal Imsakiyah untuk Besok

Keistimewaan Nuzulul Quran

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat pernah menjelaskan keistimewaan Nuzulul Quran. 

"Di antara peristiwa nan agung dan teristimewa yang berlangsung di Bulan Ramadhan adalah peristiwa diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw) sebagai wahyu utama," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu (15/3/2025).

Peristiwa Nuzulul Quran bahkan secara tegas diungkapkan Allah Swt di dalam Al Quran mengiringi rangkaian ayat-ayat puasa. 

"Bila kita baca, rangkaian ayat-ayat puasa ini kita temukan dari ayat 183, 184, 185, 186 dan 187 pada Surat Al Baqarah. Penegasan ini (Nuzulul Quran) kita temukan di ayat pertengahannya yaitu 185," jeladnya. 

Allah Subhaahu Wa Ta'ala tegas berfirman: 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (١٨٥) 

Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur." 

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Al Quran diturunkan bukan hanya menjadi kitab bacaan sehari-hari, melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kehidupan 

"Tujuan utama Al Quran adalah sebagai pedoman bekehidupan untuk seluruh manusia tanpa kecuali," tegasnya. 

"Dijelaskan bagaimana kita terlahir, untuk apa kita berkehidupan, bagaimana perkembangan dan tumbuh kita dari kecil sampai dengan dewasa. Bagaimana kita memilih aktivitas di dunia yang kita jalani ini, bagaimana kita menata hidup yang baik, apa yang harus dikerjakan, apa yang musti kita tinggalkan, bagaimana kita menjalani hidup sampai ke ujung wafat kita meninggalkan dunia. Peristiwa apa yang terjadi dalam konteks kita meninggalkan dunia ini saat sakaratul maut, apa yang terjadi di alam kubur, bagaimana keadaan manusia saat dibangkitkan, seperti apa peristiwa dalam kebangkitan itu. Bagaimana dan kapan, serta dimana manusia dikumpulkan setelah kebangkitan, hingga pada puncaknya adalah penghisaban dan penentuan apakah kita mendapatkan ridha Allah dengan surga itu, atau kah bertepat di tempat hukuman yang kita kenal dengan neraka itu. Itulah Al Quran," jelas Ustadz Adi Hidayat. 

Menurut Ustadz Adi Hidayat, Al Quran adalah mukjizat teragung yang melekat pada kerasulan Nabi Muhammad Saw. 

"Selain itu, Al Quran adalah manhaj, Al Quran adalah pedoman, yang mengeluarkan kita dari segala macam kerumitan dan kesulitan hidup, menjadi cahaya yang mengiringi kita pada kemudahan dan kenyamanan dalam berkehidupan," terangnya. 

Amalan Malam Nuzulul Qur'an

1. Membaca Al Quran

Membaca Al Quran adalah amalan utama di malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan.

Sebenarnya selama Ramadhan merupakan hari istimewa untuk membaca Al Qur'an.

Al Quran diturunkan di bulan yang mulia dan diberkahi sebagaimana firman Allah SWT dalam kutipan surat Al Baqarah :185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ

"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..."

Turunnya Al Quran terjadi pada malam yang diberkahi. Allah SWT juga berfirman dalam surat Ad Dukhan ayat 3:
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."

Al Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Oleh karena mutlak Al Quran dibaca dan dikaji sebagai pedoman.

Di malam diturunkannya Al Quran inilah alangkah mulianya amalan mengkaji Al Quran.

Anjuran membaca Al Quran sebagaiman dikutip dari hadis Abdullah bin Abbas,

"Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Qur’an bersamanya” (HR.Bukhari).

2. Tadabur Al Quran

Selain membaca Al Quran, amalan lain yang dianjurkan saat malam Nuzulul Quran adalah mentadaburinya (Al Quran).

Tentu membaca Al Quran juga perlu mengetahui arti, makna serta hikmah dibaliknya.

Sebagaimana Al Quran merupakan pedoman umat manusia yang mesti dipahami untuk menjadi cara hidup.

3. Mendirikan Sholat Malam

Pada malam Nuzulul Quran amalan bagi umat muslim yang dianjurkan yakni mendirikan sholat malam.

Di samping hal itu ada banyak keutamaan mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda,

"Barangsiapa melaksanakan sholat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR.Bukhari).

4. Itikaf

Melaksanakan Itikaf juga menjadi amalan yang dianjurkan ketika malam Nuzulul Quran.

Pada dasarnya Itikaf mendekatkan diri kepada Allah SWT serta membentuk perenungan diri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.