TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Pemerintah Kabupaten Takalar memaparkan capaian dan arah pembangunan dalam refleksi setahun kepemimpinan Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye dan Wakil Bupati Hengky Yasin, Senin (02/03/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulsel, dan dihadiri unsur DPRD, OPD, camat, lurah, kepala desa, pimpinan organisasi, hingga tokoh masyarakat.
Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal turut hadir dalam agenda tersebut.
Suasana menjelang acara diwarnai lantunan musik religi dari Rio Gambus yang melakukan pengecekan alat.
Panitia juga menyiapkan hidangan berbuka puasa Ramadan bagi para undangan.
Saat Bupati Daeng Manye tengah memaparkan materi refleksi di atas podium, Anggota DPR RI Ahmad Daeng Se’re hadir bersama rombongan dan tiba tepat pukul 17.10 WITA. Kehadirannya langsung disambut panitia sebelum bergabung bersama tamu undangan lainnya.
Baca juga: Setahun Kepemimpinan di Takalar, Bupati Firdaus Daeng Manye Dorong Digitalisasi Total
Dalam pemaparannya, Firdaus Daeng Manye menegaskan arah pembangunan lima tahun ke depan telah dipetakan sejak hari ini.
“Lima tahun ke depan bisa dilihat dari saat ini. Silakan koreksi dan beri masukan, tapi inilah kondisi yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Ia menyebut sejumlah program prioritas atau quick wins telah dijalankan, mulai dari pengentasan anak tidak sekolah yang jumlahnya sekitar seribu orang, digitalisasi desa, peningkatan produksi pertanian lima persen, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
“Target PAD sepuluh persen, tapi kita mampu meningkat dua ratus persen. Ini kerja bersama,” tegasnya.
Program Super Sun Pulau Satangnga yang menghadirkan listrik 24 jam berbasis energi juga ditegaskan sebagai bagian dari visi pemerataan layanan dasar.
“Pembangunan tidak boleh setengah hati dan harus menyentuh seluruh masyarakat,” katanya.
Ia juga menyinggung rencana pembangunan Brigade Infanteri Marinir di Takalar serta penguatan layanan kesehatan melalui koordinasi dengan Kementerian Kesehatan.
“Kalau kita tidak belajar, kita tidak dapat,” ujarnya terkait upaya menghadirkan dua sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA di Takalar.
Di sektor kelautan, ia memastikan program kampung nelayan berhasil diperoleh sebagai bagian dari dukungan pemerintah pusat.
Daeng Manye menekankan perubahan mental aparatur sebagai fondasi utama transformasi.
“Ibarat jalan, tidak bisa asal belok. Harus ada arah yang jelas,” ucapnya.
Gerbang Transformasi pun diperkenalkan sebagai ikon baru Takalar yang futuristik dan kreatif.
“Supaya ada spirit perubahan. Takalar itu berubah karena ada nuansa perubahan dalam diri kita,” katanya.
Ia menutup sambutan dengan ajakan menjaga kebersamaan di bulan suci Ramadan.
“Mari kita jalin silaturahmi dan kebersamaan demi kemajuan daerah dan bangsa,” tutupnya.
Sejumlah pejabat terpantau hadir lebih awal dalam kegiatan tersebut. Lurah Sabintang M Arfa Naba sudah berada di ruangan sejak pukul 14.55 WITA.
“Saya hadir lima menit sebelum waktu undangan karena instruksi Pak Bupati,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Nilal Fauziah datang pukul 15.40 WITA dan menegaskan kehadirannya semata memenuhi undangan.
“Saya hanya menghadiri undangan, tidak ada persiapan khusus,” katanya.
Acara refleksi tersebut dirangkaikan dengan buka puasa bersama seluruh tamu undangan.(*)