TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Inilah istimewanya malam Nuzulul Quran di malam ke-17 Ramadan.
Tersisa beberapa hari lagi malam yang dinantikan tersebut akan tiba menyapa seluruh umat Muslim di dunia.
Saat ini, Senin (23/2026) masuk pada puasa ke 12 Ramadan 1447 Hijriah.
Beribu kebaikan hadir dalam malam tersebut.
Sehingga, saat malam Nuzulul Quran tiba, umat Muslim dianjurkan untuk beribadah.
Pada 17 Ramadan 1447 H bertapan pada 7 Maret 2026.
Ada sejumlaan keutamaan di dalamnya, mulai dari malam yang lebih baik dari seribu bulan, penuh berkah, dan ampunan.
Baca juga: Kapan Malam Nuzulul Quran? Selalu Dinantikan di Pertengahan Bulan Ramadan, Peristiwa Bersejarah
Sehingga lakukan banyak kebaikan untuk meraih Nuzulul Quran.
Setiap Muslim, dianjurkan untuk menjalankan ibadah.
Banyak amalan yang dapat dilakukan mulai dari berdzikir, membaca doa, membaca Al Quran, dan masih banyak lagi.
Dikutip dari Wartakotalive.i d, pendakwah Ustadz Adi Hidayat pernah menjelaskan keistimewaan Nuzulul Quran.
Ia mengungkapkan bahwa Nuzulul Quran tersimpan peristiwa sejarah yang sangat agung dan istimewa.
Karena pada momen tersebut, Al Quran diturunkan untuk seluruh umat Muslim di dunia.
"Di antara peristiwa nan agung dan teristimewa yang berlangsung di Bulan Ramadhan adalah peristiwa diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Saw) sebagai wahyu utama," katanya, dikutip SURYA.CO.ID dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu (15/3/2025).
Peristiwa Nuzulul Quran bahkan secara tegas diungkapkan Allah Swt di dalam Al Quran mengiringi rangkaian ayat-ayat puasa.
Mulai dari 183 hingg 187 yang tertera dalam surah Al Baqarah.
"Bila kita baca, rangkaian ayat-ayat puasa ini kita temukan dari ayat 183, 184, 185, 186 dan 187 pada Surat Al Baqarah. Penegasan ini (Nuzulul Quran) kita temukan di ayat pertengahannya yaitu 185," jeladnya.
Allah Subhaahu Wa Ta'ala tegas berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ (١٨٥)
Artinya: "Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, Al Quran diturunkan bukan hanya menjadi kitab bacaan sehari-hari, melainkan sebagai petunjuk dan pedoman bagi kehidupan
"Tujuan utama Al Quran adalah sebagai pedoman bekehidupan untuk seluruh manusia tanpa kecuali," tegasnya.
"Dijelaskan bagaimana kita terlahir, untuk apa kita berkehidupan, bagaimana perkembangan dan tumbuh kita dari kecil sampai dengan dewasa. Bagaimana kita memilih aktivitas di dunia yang kita jalani ini, bagaimana kita menata hidup yang baik, apa yang harus dikerjakan, apa yang musti kita tinggalkan, bagaimana kita menjalani hidup sampai ke ujung wafat kita meninggalkan dunia. Peristiwa apa yang terjadi dalam konteks kita meninggalkan dunia ini saat sakaratul maut, apa yang terjadi di alam kubur, bagaimana keadaan manusia saat dibangkitkan, seperti apa peristiwa dalam kebangkitan itu. Bagaimana dan kapan, serta dimana manusia dikumpulkan setelah kebangkitan, hingga pada puncaknya adalah penghisaban dan penentuan apakah kita mendapatkan ridha Allah dengan surga itu, atau kah bertepat di tempat hukuman yang kita kenal dengan neraka itu. Itulah Al Quran," jelas Ustadz Adi Hidayat.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, Al Quran adalah mukjizat teragung yang melekat pada kerasulan Nabi Muhammad Saw.
"Selain itu, Al Quran adalah manhaj, Al Quran adalah pedoman, yang mengeluarkan kita dari segala macam kerumitan dan kesulitan hidup, menjadi cahaya yang mengiringi kita pada kemudahan dan kenyamanan dalam berkehidupan," terangnya.
Momen ini sangat dinantikan umat Muslim khususnya di bulan suci Ramadan.
Latar belakang peringatan Nuzulul Quran, dari peristiwa bersejarah.
Di mana, pertama kali dalam sejarah Al-Quran diturunkan.
Al-Quran adalah kitab suci semua pedoman hidup manusia dari Allah SWT.
Momen Nuzulul Quran menandai turunnya Al-Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.
Banyak yang penasaran kapan peringatan Nuzulul Quran itu ?
Dikutip dari Tribunnews.com, peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada hari ke-17 Ramadan.
Jika menelisik dari kalender masehi, 17 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada, 7 Maret 2026 Masehi.
Pada momen ini umat Muslim akan melakukan Itikaf untuk mendapat keberkahan Ramadan.
Itikaf pada malam Nuzulul Quran (17 Ramadan) adalah ibadah berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Setiap umat Muslim, dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al-Quran, zikir, shalat malam, dan doa.
Ibadah ini dilakukan sebagai upaya memuliakan peristiwa turunnya Al-Quran.
Peristiwa istimewa ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas ibadah dan tadabur Al-Qur'an.
Biasanya, masjid-masjid terbuka untuk para jamaah yang ingin melakukan Itikaf terlebih ibadah di bulan suci Ramadan.
Dalam ayat Al-Quran QS. Al-Anfal ayat 41, dijelaskan pula bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, termasuk memberikan kemenangan kepada kelompok kecil atas kelompok yang besar.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ ... وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Istilah Nuzulul Quran berasal dari bahasa Arab, yaitu Nuzul dan Quran, yang berarti diturunkannya Al-Quran.
Al-Quran turun dalam dua tahap.
Dijelaskan oleh Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Sulhani Hermawan, Al-Quran pertama kali diturunkan secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul ‘Izzah di langit bumi.
Peristiwa ini dikenal sebagai Malam Lailatul Qadar.
Setelah itu, Allah menurunkan Al-Quran secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari yakni 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.
Proses inilah yang dikenal sebagai Nuzulul Quran, di mana lafaz dan makna Al-Quran disampaikan bertahap.
Adapun peristiwa ini dijelaskan dalam QS. Al-Qadr 1-5:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Lantas, Kapan Nuzulul Quran 2026?
Berdasarkan kalender Hijriah yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), Nuzulul Quran atau 17 Ramadan tahun 2026 jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Namun, karena dalam sistem kalender Hijriah pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam (maghrib), peringatan Malam Nuzulul Quran sudah dapat dilakukan sejak Jumat malam, 6 Maret 2026.
Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, awal Ramadan ditetapkan pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan perhitungan tersebut, maka 17 Ramadan 1447 H atau malam Nuzulul Quran jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026.
1. Lebih baik dari seribu bulan
Sesuai dengan firman Allah SWT, "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan." (QS.Al-Qadr:3)
Disebut lebih baik maksudnya adalah amalan dan ibadah yang kita lakukan selama satu malam dimalam Nuzulul Quran lebih baik dari amalan yang dilakukan selama seribu bulan.
2. Diampuninya dosa-dosa oleh Allah SWT
Seseorang yang menghidupkan malam Nuzulul Quran akan mendapat pengampunan dosa dari Allah SWT.
Mereka diibaratkan bayi yang baru lahir ke dunia, karena akan diampuni dosanya yang telah lalu.
Hal ini sesuai dengan hadits Nabi:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه.
"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari).
3. Malam penuh keberkahan
Malam Nuzulul Quran juga menjadi salah satu malam yang penuh keberkahan.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi." (QS. Al-Dukhan:3)
Disebut sebagai malam penuh berkah karena Al-Quran diturunkan ke bumi pada satu malam di bulan Ramadhan dan malam tersebut menjadi malam yang penuh dengan keberkahan.
4. Banyaknya malaikat yang turun ke Bumi
Keberkahan malam Nuzulul Quran juga ditandai dengan banyaknya malaikat yang turun ke bumi, termasuk malaikat Jibril.
5. Malam dimana takdir tahunan dicatat
"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS. Al-Dukhan:4).
Urusan yang penuh hikmah di sini meliputi rezeki, hidup, mati, untung, dan sebagainya.
Jika pada malam Nuzulul Quran kita bisa menghidupkannya sepanjang malam, maka akan mendapat keberkahan dan takdir baik.(*)
(Tribunnews.com/Latifah)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)(TribunnewsBogor.com)