Tribunlampung.co.id, Kulon Progo - Kondisi terkini bos rokok HS, Muhammad Suryo, masih dalam keadaan kritis di rumah sakit Jogjakarta International Hospital (JIH), seusai alami kecelakaan maut.
Motor gede alias moge yang dikendarainya menghantam Jupiter MX yang dikendarai bapak dan anak, di Jalan Wates-Purworejo, tepatnya di Palihan, Temon, Kulon Progo, pada Minggu (1/3/2026) sore.
Akibat kecelakaan maut tersebut, istri CEO Surya Group Holding Company itu, Anis Syarifah (41), yang dibonceng, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Adapun pengendara Jupiter MX yakni Abdullah alias Aab, yang membonceng putranya, DN (10). Keduanya juga kini mendapat perawatan di rumah sakit.
Kecelakaan maut adalah peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Disebut “maut” karena dampaknya fatal, yakni menyebabkan hilangnya nyawa.
Baca juga: Kronologis Moge Bos Rokok HS Tabrak Jupiter MX, Istri Suryo Alami Benturan Keras
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunSumsel.com, almarhumah Anis Syarifah disemayamkan di perumahan Green Hills Residen, Kabupaten Sleman.
Istri Bos Surya Group itu dikebumikan di Pemakaman Muslim Tajem, Maguwoharjo, Sleman pada Senin (2/3/2026) siang.
Dari pantauan Tribunjogja.com, saat ini, rumah duka sudah dipenuhi para pelayat yang datang untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.
Karangan bunga dari sejumlah tokoh dan perusahaan terus berdatangan, memadati komplek perumahan di Sardonoharjo, Ngaglik ini.
Korban meninggalkan dua putra yaitu Abimanyu Geo Moris dan Axel Bumi Radif.
Sementara, pengendara Jupiter MX, Abdullah alias Aab, dan putranya, DN (10) terpental hingga masuk ke dalam sungai di pinggir jalan nasional.
Diketahui, DN merupakan siswa sekolah sepak bola (SSB) itu mengalami patah kaki kanan terbuka.
Abdullah alias Aab, korban pengendara Jupiter MX menjelaskan, insiden terjadi saat ia dan anaknya, DN (10) hendak menyeberang jalan menuju ke Pripih untuk mencari takjil sekitar pukul 16.30 WIB.
“Pas ditabrak itu, anak saya kelempar sampai ke kali. Deva tulangnya keluar di kanan. Sekarang masih dipantau dokter,” kata Aab saat ditemui di bangsal Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, Senin (2/3/2026), dilansir dari Kompas.com.
Sebelum menyeberang, ia sempat melihat mobil dari arah timur namun posisinya masih terhitung jauh.
Secara tidak terduga, sebuah moge melaju kencang dari arah timur muncul dari balik mobil tersebut dan langsung menghantam motor yang dikendarai Aab.
Kerabat korban, Sarah, mengaku ngeri melihat kondisi motor milik Aab yang remuk hingga ban motornya terlepas akibat tabrakan tersebut.
"Anak saya jatuh ke sungai. Untung air tidak deras," ujar Aab yang juga mengalami luka patah tulang terbuka di tungkai kanan bawah serta patah pergelangan tangan.
Kedua korban saat ini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Wates.
Kerabat korban lainnya, Iyas, menyebutkan, ayah dan anak tersebut harus menjalani tindakan operasi tulang pada Senin pagi akibat luka serius yang dialami.
"Keduanya harus melakukan operasi tulang pagi ini," kata Iyas.
Pihak keluarga berharap proses pemulihan berjalan lancar agar DN yang berposisi sebagai striker di sekolah sepak bola (SSB) Karangwuluh itu bisa kembali mengejar cita-citanya.
Sebelum kecelakaan, DN dikenal sebagai atlet belia berprestasi yang sempat mencetak dua gol dalam turnamen di Stadion Cangkring beberapa waktu lalu.
“Tadinya ada SSB, tapi dia bilang lemes. Jadi enggak jadi latihan. Dia semangat banget setelah itu. Katanya mau terus latihan,” tutur Aab mengingat ambisi anaknya sebelum insiden terjadi.
Polres Kulon Progo akhirnya memberikan pernyataan terkait kejadian kecelakaan (laka) antara sepeda motor gede (moge) dengan sepeda motor Jupiter Z di Kapanewon Temon.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (02/03/2026).
Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko menyampaikan pihaknya telah melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).
Kegiatan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pada Minggu kemarin dan Senin (02/03/2026) ini.
"Olah TKP pagi tadi dilakukan dengan metode TAA (Traffic Accident Analysis)," katanya pada wartawan di Mako Polres Kulon Progo, dilansir Tribun Jogja.
Sarjoko mengatakan motor gede jenis Harley Davidson dikendarai oleh MS sambil membonceng AS, yang merupakan istrinya.
MS melaju di Jalan Nasional Wates-Purworejo dari arah timur ke barat sekitar pukul 16.45 WIB, Minggu sore kemarin.
Setibanya di Simpang Mlangsen, Kalurahan Palihan, Temon, MS bertemu dengan motor Jupiter Z yang dikendarai oleh AA berboncengan dengan DN. AA diketahui hendak menyeberang dari selatan ke utara.
MS disebut tak sempat menghindar dari AA sehingga tabrakan antara keduanya tak bisa dihindari.
AS meninggal dunia akibat kejadian itu, sedangkan tiga korban lainnya luka-luka.
"Menurut informasi, para korban luka dirujuk ke Rumah Sakit (RS) di Kota Yogyakarta," ungkap Sarjoko.
Ia pun mengaku belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Termasuk seperti apa dugaan penyebab kejadian laka hingga kemungkinan adanya tersangka.
Sarjoko beralasan pihaknya kini masih terus melakukan pendalaman terhadap kejadian tersebut.
Adapun saat ini masih proses pengumpulan saksi-saksi dan menggali keterangan dari mereka.
"Kami belum bisa menyampaikan detailnya karena masih penyelidikan," ujar Sarjoko.
Ia pun memastikan penanganan kejadian laka akan dilakukan secara objektif dan profesional.
Perkembangan lebih lanjut pun akan disampaikan ke publik setelah hasil olah TKP dan penyelidikan dinyatakan lengkap.
Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat juga mengatakan pihaknya saat ini masih terus mendalami kejadian laka tersebut. Ia turut menyampaikan belasungkawa pada para korban.
"Kami turut berbelasungkawa atas segala yang dialami korban baik yang meninggal dunia maupun luka berat," kata Ridho.
Diketahui, Muhammad Suryo lahir di Lampung pada tanggal 27 Maret 1984.
Muhammad Suryo dikenal sebagai pebisnis muda sekaligus CEO Surya Group Holding Company, pemilik bisnis rokok HS.
Masa kecil hingga lulus SMA dihabiskan di Lampung Timur.
Setelah itu, keluarganya sempat menetap di Bengkulu sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan sarjana di Yogyakarta.
Kota pelajar tersebut menjadi titik awal ia mulai membangun usaha secara mandiri.
Merantau dari Bengkulu, tinggal di kos 3x3 meter bersama tiga orang, tidur beralaskan karpet, naik bus ke kampus.
Melansir dari Tribunjogja.com, Suryo ingat betul bagaimana dia hanya mampu naik bus dan angkutan umum.
Sebelum sukses seperti sekarang, Suryo pernah menjadi penjual air galon isi ulang dan sopir rental untuk bertahan hidup.
Di bawah kepemimpinan Muhammad Suryo sebagai CEO, Surya Group berkembang pesat dan menjadi payung bagi berbagai lini usaha strategis.
Dari sektor tersebut, ia memperluas jaringan usahanya ke bidang konstruksi, minyak dan gas, properti, hingga maskapai penerbangan.
Nama bos HS dan pemilik rokok HS semakin dikenal luas setelah didirikannya pabrik rokok HS pada tahun 2024 di Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.
Pada Desember 2025, Muhammad Suryo menerima penghargaan dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Dia mendapat penghargaan sebagai alumni peduli atas dedikasinya menciptakan banyak lapangan pekerjaan.
Penghargaan diberikan karena Suryo dianggap sebagai alumni yang peduli pada pembangunan nasional dengan menciptakan banyak lapangan kerja dan mendukung kegiatan UPN.
Kemudian, kini operasional pabrik HS di Lampung Timur ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026 dengan kebutuhan tenaga kerja sekitar 3.000 orang.
Disinggung terkait lapangan kerja yang ia ciptakan, Suryo mengatakan saat ini memiliki banyak unit bisnis.
Di antaranya perusahaan rokok HS, konstruksi, perkebunan, pertambangan hingga maskapai penerbangan Fly Jaya.
"Yang banyak mempekerjakan karyawan itu di pabrik rokok HS. Saat ini, saya sudah punya 3000 karyawan lebih. Dan tahun 2026 nanti, saya akan membangun pabrik baru dan ditargetkan menyerap 10.000 karyawan," ucapnya.