AS-Israel Vs Iran Memanas, Nasib 58 Ribu Jemaah Asal Indonesia Tertahan di Arab Saudi
Weni Wahyuny March 03, 2026 02:32 AM

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran berdampak bagi jemaah umrah, termasuk asal Indonesia.

Pasalnya, perang yang terjadi belakangan menyebabkan sejumlah penerbangan ditutup.

Jalur udara mengkhawatirkan membuat maskapai penerbangan membatalkan penerbangan.

Berdasarkan laporan Kementerian Haji dan Umrah, ada 58.000 jemaah umroh asal Indonesia tertahan di Arab Saudi setelah perang sejak Sabtu (28/2/2026).

"58 ribu lebih jamaah kita masih tertahan di Arab Saudi," kata Ichsan Marsha, Jubir Kementrian Haji dan Umroh ikutip dari Youtube Kompas TV, Senin (2/3/2026).

Untuk membantu para jemaah yang tertahan di Arab Saudi karena terdampak perang, Ichsan mengatakan pihaknya berupaya agar para jemaah ini bisa pulang.

"Berkaitan dengan skema, kita akan lakukan koordinnasi dengan PPU selaku penanggung jawab pemberangkatan dan pemulangan jamaah dan juga otoritas penerbangan," katanya.

"Karena ini berkaitan dengan penutupan ruang udara di berbagai negara transit," imbuhnya.

Pihaknya masih berupa opsi-opsi sesuai situasi di lapangan dan tentunya menitikberatkan pada keselamatan para jemaah.

Baca juga: Sosok Mahmoud Ahmadinejad, Eks Presiden Iran Dikabarkan Tewas dalam Serangan Israel-Amerika Serikat

Seperti opsi menggunakan mekanisme pengalihan rute penerbangan, penjadwalan ulang kepulangan atau yang lainnya.

Termasuk pula terus berkoordinasi dengan pihak di Arab Saudi memikirkan akomodasi jika para jemaah Indonesia ini tertahan cukup lama di Arab Saudi.

"Untuk pengawasan dari kita kepada jamaah juga telah membentuk tiga tim yang dihadirkan di Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal Haji di Jeddah untuk berkoordinasi dan memantau jamaah kita yang berada di tanah suci," katanya.

"Kita sudah melakukan pendataan, kita imbau akomodasi yang layak untuk jamaah. Sudah ada tim-tim yang membersamai jamaah kita di sana," ungkapnya.

Baca juga: Perang Iran Vs Amerika Serikat-Israel, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

DPR Minta Pemerintah Pulangkan Jemaah Umrah

Anggota Komisi VII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta pemerintah menyiapkan skema pemulangan untuk jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi.

Selly menyebut pemerintah wajib memberi perlindungan bagi jemaah umrah di Timur Tengah.

"Negara harus memastikan adanya skema pemulangan yang jelas, terukur, dan memiliki kepastian waktu," kata Selly Andriany Gantina dalam keterangan di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

"Jemaah tidak boleh dibiarkan berada dalam ketidakpastian akibat dinamika global yang berada di luar kendali mereka."

Baca juga: Duka Jusuf Kalla, Ali Khamenei Pemimpin Iran Tewas dalam Serangan Israel-AS: Kita Bersedih

Konflik di Timur Tengah membuat jemaah umrah asal Indonesia dalam posisi rentan, baik dari aspek kepastian perjalanan, keamanan, maupun kepastian layanan.

Selly pun menyoroti pernyataan KBRI Riyadh yang menyatakan pemerintah senantiasa memantau perkembangan dan telah mengambil langkah antisipatif.

Kendati pernyataan tersebut penting sebagai langkah awal, Selly menyebut pemerintah harus menindaklanjuti dengan langkah konkret dan sistematis untuk memastikan pemulangan jemaah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.