Gedung Baru RSUD Pongtiku Toraja Utara Sudah Layani Pasien Rawat Jalan
Imam Wahyudi March 02, 2026 10:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Bupati Toraja Utara, Frederik Viktor Palimbong, meninjau langsung kesiapan pelayanan RSUD Pongtiku yang kini berlokasi di Jalan Poros Rantepao–Palopo, Lembang Tondon, Kecamatan Tondon, Senin (2/3/2026).

RSUD Pongtiku sebelumnya beroperasi di Buntu Mapaken, Kelurahan Buntu Tallunglipu, Kecamatan Tallunglipu, sebelum direlokasi ke gedung baru di Tondon.

Peninjauan dilakukan menyusul hampir rampungnya pembangunan rumah sakit yang menelan anggaran sekitar Rp140 miliar.

Frederik mengatakan, kunjungan itu bertujuan memastikan proses pemindahan layanan dari gedung lama ke gedung baru tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

“Kita ingin pelayanan tidak berhenti saat fasilitas dipindahkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gedung baru terdiri dari empat lantai dan direncanakan akan ada tambahan satu gedung di bagian belakang.

Bahkan, pemerintah pusat disebut merencanakan pembangunan gedung tambahan hingga delapan lantai.

Meski demikian, masih ada sejumlah hal yang menjadi perhatian, di antaranya ketersediaan listrik dan sarana pendukung lainnya.

Pemerintah daerah akan segera menggelar pertemuan untuk membahas kebutuhan prioritas agar operasional rumah sakit berjalan optimal.

Selain infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi fokus.

Pemenuhan tenaga medis akan dilakukan melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih serta dukungan pemerintah pusat.

Frederik menyebut RSUD Pongtiku termasuk dalam program prioritas nasional dan akan dilengkapi fasilitas laboratorium serta layanan DSA.

Ia juga optimistis peningkatan layanan rumah sakit akan berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) sektor kesehatan, dengan target mencapai Rp100 miliar per tahun pada 2027.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Pongtiku, dr Wilma Dian Marannu Toding, mengatakan pelayanan rawat jalan sudah mulai berjalan dalam dua hari terakhir.

Poliklinik dibuka pukul 08.00 Wita, meski poli gigi masih beroperasi di gedung lama.

Saat ini kapasitas rawat inap mencapai 60 tempat tidur, didukung sekitar 10 dokter spesialis dan total 200 tenaga kesehatan.

Menurut Wilma, rumah sakit masih dalam masa transisi, termasuk penataan manajemen keuangan dan penguatan SDM melalui pelatihan serta dukungan Kementerian Kesehatan.

Ia berharap dengan fasilitas yang lebih lengkap, masyarakat Toraja Utara tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan medis tertentu.

“Kami terus berbenah agar pelayanan semakin baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.