Kapan Nuzulul Quran 2026? Simak Keutamaannya di Bulan Ramadan
Pipit Maulidya March 03, 2026 12:04 AM

 

SURYA.co.id - Bulan Ramadan bukan sekadar waktu untuk puasa menahan lapar dan dahaga.

Bagi umat Muslim, ada satu peristiwa besar yang selalu dinantikan setiap tahunnya, yaitu Nuzulul Quran.

Peristiwa ini menandai momen pertama kalinya Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Lantas, kapan Nuzulul Quran jatuh pada tahun 2026? Betikut jadwal, sejarah, dan keutamaannya berdarkan penjelasan di laman resmi Kementerian Agama RI.

Jadwal Nuzulul Quran 2026

Peringatan Nuzulul Quran jatuh pada malam 17 Ramadan. Berdasarkan estimasi kalender 1447 Hijriah, 17 Ramadan diprediksi jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026 setelah waktu Maghrib.

Mengutip penjelasan dari laman Kementerian Agama RI, Nuzulul Quran adalah peristiwa diturunkannya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril.

Peristiwa ini terjadi saat Nabi berusia 40 tahun dan sedang berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) di Gua Hira.

Gua yang terletak di Jabal Nur ini berukuran panjang 2 m dan lebar 1,3 m.

Di sinilah wahyu pertama, yaitu Surah Al-Alaq ayat 1–5, diturunkan.

Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya, Al-Qur'an diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun. Menurut perspektif syiar Islam, proses ini memiliki tujuan mulia:

  • Ayat turun sebagai solusi atas persoalan hukum atau tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat itu.
  • Memberikan waktu bagi para sahabat untuk menghafal, mendalami, dan mengamalkan isinya sedikit demi sedikit.
  •  Proses yang perlahan mengajarkan umat Islam untuk selalu sabar dan berhati-hati dalam menghadapi cobaan.

Baca juga: Apa itu Nuzulul Quran? Ini Keutamaan dan Amalan di Malam Istimewa Bulan Ramadan

Berdasarkan catatan hikmah dari Kementerian Agama RI, peringatan Nuzulul Quran memiliki beberapa manfaat penting bagi umat Muslim:

  • Meningkatkan Keimanan: Menyadari kembali kemukjizatan Al-Qur'an yang tetap murni hingga akhir zaman.
  • Edukasi dan Kedekatan: Menjadi momentum untuk kembali mencintai Al-Qur'an, bukan sekadar pajangan, melainkan dibaca dan dipahami maknanya.
  • Motivasi Beramal: Meningkatkan semangat untuk mengamalkan isi kandungan Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menjaga Kemurnian: Peringatan tahunan menjadi sarana efektif untuk terus mendakwahkan dan menjaga kesucian Al-Qur'an di tengah masyarakat.
  • Syiar Islam: Mempererat silaturahmi antarumat melalui kegiatan-kegiatan keagamaan di masjid atau mushala.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.