Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Bulan suci Ramadan 1447 H, halaman luar Masjid Agung Baiturrahman (Gebu) Kabupaten Tasikmalaya diserbu pedagang kaki lima musiman yang berjualan kuliner buka puasa.
Pantauan di lokasi di area depan masjid yang menjadi pusat kuliner takjil ini dipadati warga yang melakukan tradisi 'war takjil' (berburu takjil), memberikan berkah keuntungan signifikan bagi para pedagang.
Bahkan sejak pukul 15.00 WIB, para pedagang sudah menyiapkan meja maupun tenda untuk menjajakan aneka takjil manis maupun asin.
Pemandangan ini memang hanya terlihat selama bulan ramadan saja. Karena para pedagang biasanya berjualan di area samping arah gerbang Pemkab Tasikmalaya setiap hari libur saja.
Baca juga: PSSI Kabupaten Tasik Gelar Raker, Bahas Persiapan Porprov dan Kompetisi Usia Dini
Berbagai aneka jajanan mulai dari cilor, street food, es kocok, bakso Jontor, sosis gulung, ice kileud hingga usus kering sudah berjejer dengan rapi di sisi kanan maupun sisi kiri area depan Masjid.
Pada pedagang ini menjual aneka makanan dari mulai harga Rp 2 ribu hingga Rp 15 ribu yang dijajakan dengan meja dan tenda beraneka warna.
Disisi lain, pak ogah sudah disibukan memarkirkan kendaraan roda dua maupun roda empat yang mulai berdatangan.
Kendaraan pun diarahkan area parkir ke dalam halaman masjid supaya tidak menyebabkan kemacetan.
Pembeli mulai berdatangan sejak pukul 15.30 WIB untuk berburu kuliner ramadan yang sudah disajikan.
Para pedagang ini hanya berjualan dari mulai pukul 15.00 hingga 18.30 sampai habis waktu magrib.
Salah satu jajanan yang menjadi favorit pembeli yakni aneka street food dengan harga dimulai Rp2 ribu sampai Rp4 ribu diserbu pembeli.
"Alhamdulillah sejak hari pertama ramadan dagangan saya laris, bahkan peningkatan pemasukan naik drastis 50 persen dari hari biasanya," kata Ijab Nurul (35) pedagang street food asa warga Singaparna ditemui TribunPriangan.com.
Ijab mengaku, dirinya kerap mangkal hanya hari libur saja saat CFD di kawasan komplek Pemkab Tasikmalaya.
"Sebelum Ramadan biasanya mangkal di CFD saja itupun hanya hari Minggu, makanya di ramadan cukup ramai pembelinya," ucapnya.
Biasanya ia membawa makanan berbagai jenis ini tidak banyak, tapi selama ramadan cukup banyak yang disediakan.
"Untuk hari biasa paling 10 sampai 12 bok, tapi selama ramadan saya sampai bawa 15 bok lebih dengan berbagai varian menu," jelasnya.
Sementara itu, Ainun (43) asal warga Desa Cikunir menuturkan ia bareng anaknya sengaja membeli jajanan di gebu karena murah dan banyak pilihan.
"Memang sengaja bawa anak ngabuburit buat cari kuliner di Gebu, harganya cukup terjangkau dan akses dekat ke rumah," kata Ainun. (*)