Megawati Berduka, Hasto Kenang Try Sutrisno sebagai Prajurit Sejati dan Negarawan Teladan
Wahyu Septiana March 03, 2026 12:07 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, menyampaikan ucapan duka cita dari Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, atas wafatnya Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno.

Ucapan belasungkawa itu disampaikan Hasto saat menghadiri prosesi salat jenazah almarhum di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat.

“Mewakili Ibu Megawati Soekarnoputri dan seluruh keluarga besar PDI Perjuangan, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Try Sutrisno,” kata Hasto Kristiyanto, Senin (2/3/2026).

Menurut Hasto, almarhum merupakan sosok prajurit sejati dan negarawan yang menjadi teladan bagi bangsa Indonesia.

Ia menilai, semasa aktif di TNI hingga menjabat sebagai wakil presiden, Try Sutrisno telah banyak memberikan sumbangsih untuk negara.

Tak hanya itu, di usia yang sudah tidak muda, Try Sutrisno disebut masih aktif memberikan pemikiran dan tenaga demi kemajuan bangsa.

“Beliau bersama-sama dengan Ibu Megawati Soekarnoputri di Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. 

Kami tahu bagaimana perjuangan beliau yang tidak pernah mengenal lelah bagi bangsa dan negara,” ujar Hasto.

MELAYAT TRY SUTRISNO - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat menghadiri prosesi salat jenazah almarhum di Masjid Sunda
MELAYAT TRY SUTRISNO - Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto saat menghadiri prosesi salat jenazah almarhum di Masjid Sunda (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA PUTRA)

Hasto berharap semangat dan perjuangan Try Sutrisno dapat diteruskan oleh generasi penerus bangsa.

“Kami mendoakan semoga arwah Bapak Try Sutrisno dilancarkan jalannya, mendapat tempat terbaik, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan,” tuturnya.

Megawati sendiri tidak melayat maupun datang ke pemakaman Try Sutrisno yang berlangsung di TMP Kalibata.

Hasto mengatakan, saat ini Megawati sedang berada di Bali.

“Ibu Megawati Soekarnoputri saat ini sedang berada di Bali, melakukan konsolidasi. Namun beliau tadi langsung memberikan arahan kepada kami untuk memberikan penghormatan terbaik kepada almarhum Bapak Try Sutrisno," kata Hasto.

Sosok Try Sutrisno

Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pagi.

Try Sutrisno menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 06.58 WIB.

Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI (Purn) Albertus Budi Sulistya membenarkan informasi tersebut.

"Wapres Ke-6 RI Jenderal TNI Purn Try Sutrisno wafat Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB di RSPAD Gatot Soebroto," kata Budi dikutip dari Tribunnews.com.

Profil Try Sutrisno

Try Sutrisno lahir pada 15 November 1935 di Surabaya. Ayahnya, Subandi adalah seorang sopir ambulans.

Sedangkan ibunya, Mardiyah adalah seorang ibu rumah tangga.

Dikutip dari TribunVideo, Try Surtrisno menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di Surabaya. Setelah tamat dari SMP 2 Surabaya, ia kemudian melanjutkan ke SMA 2 Surabaya.

Pada usia 13 tahun, ketika Belanda kembali dan melakukan agresi militer, ia ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati untuk ikut berperang. 

Namun karena tidak ada yang menganggap keinginan Try serius, maka ia hanya dipekerjakan sebagai kurir.

Tugasnya adalah mencari informasi ke daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Belanda serta mengambil obat untuk Angkatan Darat Indonesia. Hingga pada 1949, Belanda akhirnya dapat dipukul mundur.

Setelah sebelumnya harus pindah ke Mojokerto karena serangan Belanda itu, setelah mundurnya Belanda Try dan keluarganya akhirnya kembali ke Surabaya. 

Di sana Try melanjutkan sekolahnya dan berhasil tamat dari SMA di usianya yang ke-21.

Lulus dari SMA, Try Sutrisno kemudian melanjutkan Pendidikan ke Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Pendidikan militernya di Atekad selesai pada tahun 1959.

Riwayat Karier

  • Ajudan Presiden Suharto (1974)
  • Kepala Staf KODAM XVI/Udayana (1978)
  • Panglima KODAM IV/Sriwijaya (1979)
  • Panglima KODAM V/Jaya (1982)
  •  Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (1985)
  • Kepala Staf Angkatan Darat (1986)
  • Panglima ABRI (1988)
  • Wakil Presiden (1993-1998)

Pengalaman militer pertama Try Sutrisno adalah ketika ia ditugaskan dalam peperangan melawan pemberontak Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 1957.

PRRI sendiri merupakan sebuah kelompok sparatis yang berbasis di Sumatera, dimana mereka ingin membentuk pemerintahan alternatif di luar pemerintahan Soekarno.

Ia kemudian dikirim ke Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada tahun 1972. Kemudian pada 1974, ia terpilih menjadi ajudan Presiden Suharto. Sejak saat itulah kariernya di militer terus meroket (1).

Pada 1978, Try diangkat sebagai Kepala Staf KODAM XVI/Udayana. Setahun beselang, Try kemudian menjadi Panglima KODAM IV/Sriwijaya.

Sebagai Pangdam, Try Sutriso aktif menekan tingkat kejahatan serta menghentikan penyelundupan timah. Ia juga aktif di kampanye lingkungan untuk mengembalikan Gajah Sumatera ke habitat asli mereka.

Pada 1982, Try kemudian dipindahkan ke Jakarta, ia diangkat menjadi Panglima KODAM V/Jaya.

Pada 1985, ia diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Hanya berselang setahun, pada 1986, ia diangkat sebagai KSAD.

Try menjabat sebagai KSAD selama dua tahun. Setelah lengser, pada 1988 ia kemudian diangkat menjadi Panglima ABRI. 

Jabatan ini merupakan puncak kariernya di militer.

Masa jabatannya sebagai Panglima ABRI akhirnya berakhir pada 1993.

Kendati demikian, bukan berarti kariernya berhenti sepenuhnya. Di tahun yang sama, pada 1993 ia justru diangkat menjadi wakil presiden mendampingi Suharto.

Sebagai wakil presiden yang ke-6, Tri mendampingi Suharto sampai 1998 sebelum posisinya digantikan oleh B. J. Habibie menjelang reformasi.

Setelah jabatannya sebagai wakil presiden selesai, Try tidak serta merta melepaskan perhatiannya terhadap keadaan bangsa. Ia tetap aktif menyoroti kinerja pemerintahan.

Ketika masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Try membentuk forum Gerakan Nusantara Bangkit Bersatu yang beranggotakan Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan beberapa tokoh lain.

BERITA TERKAIT

  • Baca juga: Genap Usia 90 Tahun, Try Sutrisno Ceritakan Kehidupan Pola Asuh Keluarganya Lewat Buku
  • Baca juga: SOSOK Pembela Dedi Mulyadi Kini Bersikap Keras ke Panglima TNI, Kisruh Anak Try Sutrisno Memanas
  • Baca juga: Profil Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin Meninggal Dunia, Penantang Jokowi-Ahok di Pilkada Jakarta
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.