TRIBUNJABAR.ID, SURABAYA - Laga bertajuk Big Match Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya vs Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin (2/3/2026) malam, tuntas dengan skor imbang 2-2.
Pertandingan ini tidak hanya menyuguhkan adu taktik, tetapi juga diwarnai drama teknologi VAR, insiden medis horor, hingga aksi kontroversial di lapangan.
Sejak peluit pertama dibunyikan, tuan rumah langsung menekan.
Teja Paku Alam dipaksa bekerja keras menggagalkan peluang emas Riyan Ardiansyah di menit awal.
Namun, kebuntuan pecah pada menit ke-43.
Baca juga: Beda VAR untuk Persebaya dan Persib, Penalti dan Gol yang Dibatalkan
Wasit menunjuk titik putih setelah bek asing Persib, Federico Barba, dianggap melakukan pelanggaran.
Bruno Moreira yang menjadi eksekutor dengan tenang menaklukkan Teja, mengubah skor menjadi 1-0.
Drama memuncak di masa injury time (45+5').
Persib sempat merayakan gol penyeimbang melalui Kakang Rudianto.
Namun, wasit Eka Saputra membatalkan gol tersebut setelah meninjau VAR cukup lama.
Ramon Tanque dinilai melakukan handball sesaat sebelum bola liar disambar Kakang.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Bojan Hodak memasukkan Beckham Putra dan Adam Alis. Strategi ini berbuah manis secara instan.
Menit 49: Luciano Guaycochea (Lucho) menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan roket dari luar kotak penalti usai menerima asis dari Adam Alis.
Menit 73: Persib berbalik unggul 1-2.
Berawal dari kemelut hasil shooting Beckham yang membentur pemain lawan, Andrew Jung muncul sebagai predator di tiang jauh untuk mendorong bola masuk ke gawang Ernando Ari.
Kemenangan Persib yang sudah di depan mata akhirnya sirna di menit ke-84. Pemain muda Persebaya, Toni Firmansyah, melakukan aksi individu memukau di sisi kiri yang membuat Eliano Reijnders terjatuh.
Toni kemudian mengirim umpan matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Francisco Rivera.
Skor berubah menjadi 2-2 dan bertahan hingga laga usai.(*)